PSMS Cuma Numpang Lewat di Liga 1, Manajemen Siap Dievaluasi

Kekhawatiran pecinta sepakbola di Medan, dan Sumatra Utara umumnya, benar-benar jadi kenyataan.

PSMS Cuma Numpang Lewat di Liga 1, Manajemen Siap Dievaluasi
MUHAMMAD ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
Dua pemain PSMS Medan sangat kecewa setelah dihajar PSM Makassar dalam duel terakhir Liga 1 2018 di Stadion Andi Mattalatta, Kota Makassar, Minggu (9/12/2018) sore WIB. 

"Kita bukan tidak ada upaya. Sebaliknya, sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi enggak bisa juga," kata Dhody Taher.

MEDAN, TRIBUN-Kekhawatiran pecinta sepakbola di Medan, dan Sumatra Utara umumnya, benar-benar jadi kenyataan.

Alih-alih bisa mewujudkan sekerat asa di laga pekan terakhir Liga 1, PSMS justru dipermalukan PSM Makassar.

Bermain di Stadion Andi Matalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (9/12), PSMS dibantai 5-1.

Kekalahan membuat Ayam Kinantan --julukan PSMS-- tak beranjak dari dasar klasemen dengan torehan poin 37, berjarak lima poin dari PS TIRA dan Perseru Serui yang berada di batas aman zona merah.

Hingga pekan 34, Liga 1 memang masih ketat. Dua klub, Persija Jakarta dan PSM masih saling berkejaran untuk tropi juara. Sedangkan lima klub bersaing menghindari degradasi: PS TIRA, Perseru, PSMS, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar.

Tiga klub yang disebut terakhir gagal bertahan setelah kalah dari lawan-lawannya. Sriwijaya ditekuk Arema dan Kukar kalah dari Persija yang kemudian menjadi juara. Sedangkan PS TIRA dan Serui di luar dugaan, menang di kandang lawan. PS TIRA menekuk Borneo 3-1 dan Serui mengalahkan sesama klub asal Papua, Persipura, dua gol tanpa balas.

Baca: Kemeriahan Resepsi Pernikahan Ratu Wushu Lindswell dan Hulaefi, Ini Foto-foto dan Videonya

Baca: Viral Video Ceramah Abdul Somad soal Buaya, Begini Respon Hotman Paris hingga Cerita soal Villa

Baca: Rochy Putiray Malas Nonton Liga 1, Berani Taruhan Persija Juara Tahun Ini

Kekalahan telak PSMS yang sekaligus mengirim klub ini kembali ke Liga 2, terasa sungguh menyesakkan. Betapa tidak, PSMS baru satu musim mencecap liga kasta tertinggi setelah nyaris satu dekade berkutat di kompetisi kelas dua. Sekadar numpang lewat, lalu jatuh lagi.

CEO PSMS, Dhody Thahir, mengatakan manajemen telah berupaya maksimal untuk membangun PSMS. Namun kesalahan rencana dan program yang tidak utuh terwujud membuat harapan jadi jauh dari kenyataan.

CEO PSMS Dhody Thahir
CEO PSMS Dhody Thahir (TRIBUN MEDAN/ILHAM FAZRIR HARAHAP)

"Kita bukan tidak ada upaya. Sebaliknya, sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi enggak bisa juga. Kesalahan memang dari awal rekrutmen kita yang salah. Kita salah memilih pemain-pemain," katanya pada Tribun di Medan, Minggu malam.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved