Seorang Lelaki Gendong Anak Cegat Sandiaga Uno, Ternyata Memberikan Uang Puluhan Ribu Rupiah

Uang kertas yang tampak sudah lecek itu merupakan bentuk dukungan Saddam kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seorang Lelaki Gendong Anak Cegat Sandiaga Uno, Ternyata Memberikan Uang Puluhan Ribu Rupiah
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno mengunjungi Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MANDAILING NATAL - Calon Wakil Presiden RI 2019-2024 Sandiaga Uno mengunjungi Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Senin (10/12/2018).

Sandi datang bersama rombongan partai pengusungnya dan disambut ribuan santri serta warga.

Saat berjalan kaki menuju lokasi acara Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sandiaga dicegat oleh seorang lelaki yang terlihat membawa serta anak.

Sambil bersusah payah menghindari kawalan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Saddam Husein itu langsung menjabat tangan Sandi.

Ternyata, ia hendak memberikan uang sejumlah puluhan ribu rupiah.

Uang kertas yang tampak sudah lecek itu merupakan bentuk dukungan Saddam kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mendatang.

"Saddam Husein, pak," ucap Saddam kepada Sandi.

Melihat dukungan ini, Sandi tampak terharu dan menyampaikan terima kasih.

"Ini Saddam Husein dari Mandailing Natal, menyumbangkan uang kepada kami. Oleh karena itu barakallah Saddam," ujar Sandi.

Calon Wakil Presiden RI 2019-2024 Sandiaga Uno mengunjungi Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal.

Pesantren tersebut sedang menggelar Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ribuan santri, ulama serta warga sekitar terlihat antusias menyambut kedatangan Sandiaga ke lokasi ini.

Saat menyampaikan kata sambutannya, Sandiaga turut memberi wejangan kepada para santri agar dapat meraih kesuksesan.

Kata dia, mereka harus mengamalkan 'empat as'. Yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Hal ini pun seketika membuat para peserta cara tertawa.

"Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas," ujar Sandiaga.

Pada kesempatan ini, Sandiaga turut mengajak para santri untuk meningkatkan ketaqwaan serta meneladani sifat mandiri yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Selang beberapa menit setelah menyampaikan kata sambutannya, Sandiaga langsung beranjak meninggalkan lokasi. Sebelum menghadiri acara, Sandiaga juga terlihat Salat Zuhur berjamaah bersama rombongannya.

"Saya tidak boleh kampanye di sini, kita patuhi semua aturan yang ada. Saya datang kemari karena diundang. Tapi saya sangat senang bertemu dan tatap muka dengan para ulama dan juga para santri yang kita harapkan akan jadi penerus pemimpin bangsa ini," kata Sandiaga disambut tepuk tangan.

Mudir Pesantren Musthafawiyah Musthafa Bakhri menyampaikan bangga dapat dikunjungi oleh Calon Wakil Presiden RI itu.

"Atas nama keluarga besar Musthafawiyah, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak yang telah berkenan datang berkunjung ke pesantren yang saat ini berusia 106 tahun ini. Ini sebuah kebanggan bagi kami," tutur Musthafa.

Musthafa mengatakan, Pesantren Musthafawiyah sudah ada sejak 1912. Saat ini, terdapat 12.500 santri yang sedang menimba ilmu di pesantren yang didirikan oleh Syekh Musthafa Husein tersebut.

"Kami tahu agenda kegiatan bapak sangat padat, namun bapak masih bisa membagi waktu berkunjung ke pesantren ini. Hal ini menjadikan kami merasa terhormat dan dicintai," pungkas Musthafa.

(nan/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved