Jelang Natal dan Tahun Baru, LPG 3 Kg Langkah di Tobasa, Pemkab akan Lakukan Hal Ini

kelangkaan LPG sudah dua bulan berlangsung di Tobasa. Termasuk di Pangkalan dan agen elpiji 3 kg, pun sulit ditemukan.

Jelang Natal dan Tahun Baru, LPG 3 Kg Langkah di Tobasa, Pemkab akan Lakukan Hal Ini
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Sejumlah warga di Porsea, Kecamatan Parmaksian, Tobasa, harus memasak menggunakan kayu bakar karena gas langka, Senin (26/11/2018 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.COM, PORSEA-Kelangkaan gas mulai terasa di sekitaran Kabupaten Toba Samosir, padahal Natal dan Tahun baru tidak lama lagi.

Satu dari warga yang ditemui Tribun, Mirna Sitorus,  memgaku memgaku kesulitan mendapatkan gas isi ulang LPG 3 kg. Ia menyebut terkadang harus memasak dengan kayu bakar. 

"Mau tidak mau, pakai kayu bakar. Susah sekarang pakai gas," ucapnya Rabu (12/12/2018) di Lumban Sitorus, Kecamatan Parmaksian, Tobasa.

Katanya, kelangkaan LPG sudah dua bulan berlangsung di Tobasa. Termasuk di Pangkalan dan agen elpiji 3 kg, pun sulit ditemukan. Kalau pun ada, harganya menjadi lebih tinggi.
 

"Membeli elpiji 3 kg dengan harga Rp.18.000 – 20.000,"bebernya
 

Menurutnya, gas bersubdisi yang dikhususkan untuk masyarakat miskin itu, mengalami kelangkaan semenjak dua bulan terakhir.
 

Menindaklanjuti hal tersebut, Kabag Perekonomian Sekdakab Tobasa Josib Broztito Sianipar, berjani akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasi hal ini. 

Pemda Tobasa juga katanya sudah menyurati pemilik Kapal Motor penumpang yang beroperasi di perairan Danau Toba agar tidak membawa gas Elpiji 3 kg dari Tobasa menyeberang ke Kabupaten.

"Kita akan koordinasi dengan pihak pertamina langsung untuk memverifikasi agar mengetahui keberadaan pangkalan gas Elpiji isi 3 kg di Kabupaten Tobasa," ujarnya.

(jun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved