KontraS Sebut Kepolisian Pelaku Utama Pelanggar HAM, Begini Komentar Kapolda

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto menanggapi rilis KontraS Sumut. Ia mengatakan polisi diberi kewenangan melanggar H

KontraS Sebut Kepolisian Pelaku Utama Pelanggar HAM, Begini Komentar Kapolda
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Koordinator Badan Pekerja KontraS Sumatera Utara M. Amin Multazam Lubis. 

MEDAN,TRIBUN-Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis catatan akhir tahun menyangkut pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara.

Menurut Koordinator Badan Pekerja KontraS Sumatera Utara, M Amin Multazam Lubis, sepanjang 2018 tren penyiksaan masih tinggi.

Berdasarkan catatan KontraS, institusi kepolisian disebut merupakan pelaku utama yang kerap melakukan pelanggaran ini.

"Sepanjang 2018 ini, ada 59 kasus yang melibatkan kepolisian. Kemudian, disusul oleh Satpol PP sebanyak sembilan kasus, dan TNI tujuh kasus," kata Amin, Selasa (11/12).

Ia mengatakan, ada tiga pelanggaran yang cukup menonjol.

Diantaranya penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh aparat keamanan, khususnya polisi dalam rangka melakukan penegakan hukum.

Kedua, terkait masih berlangsungnya praktek penyiksaan.

Dan perlakuan tembak mati terhadap mereka yang dituduh melakukan kejahatan.

Baca: KontraS Sebut Penangkapan Aktivis Batubara Upaya Pemidanaan dan Kriminalisasi terhadap Yusroh

"Menyangkut kasus tembak mati ini, kami mencatat sudah 23 nyawa melayang tahun ini.

Tidak hanya pelaku begal dan narkotika, tapi juga pelaku terduga teroris," ungkap Amin.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved