Penjual Hewan Dilindungi Mengaku Sudah Lama Dendam pada Monyet, Karena Masalah Ini

Herry Ginting, terdakwa penjual hewan dilindungi lebih banyak menundukkan kepalanya, saat menjalani sidang dakwaan di ruang Cakra V PN Medan

Penjual Hewan Dilindungi Mengaku Sudah Lama Dendam pada Monyet, Karena Masalah Ini
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Jual satwa liar dilindungi, Herry Ginting jalani sidang di PN Medan, Selasa (11/12/2018) 

MEDAN,TRIBUN-Herry Ginting, terdakwa penjual hewan dilindungi lebih banyak menundukkan kepalanya, saat menjalani sidang dakwaan di ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Ia dijerat pasal berlapis, karena perbuatannya itu. Namun, ketika sidang berlangsung, Herry memaparkan alasannya nekat menjual hewan dilindungi seperti monyet ekor panjang, kukang dan lutung.

"Saya kesal dengan monyet-monyet ini. Karena mereka pula yang lebih dulu memanen kebun saya," ungkap Herry, Selasa (11/12).

Ia mengatakan, di rumahnya yang berada di Jalan Besar Namo Rambe, Pasar Serong, Kecamatan Delitua, keluarganya menanam pohon langsat.

Tiap kali panen, tanamannya itu selalu rusak.

"Sudah lama saya kesal. Masih muda pun buahnya, sudah dimakan monyet-monyet ini, makanya kemudian saya jerat mereka," katanya.

Baca: Cucak Rawa dan 4 Jenis Burung Ini Tak Lagi Masuk Jenis Hewan Dilindungi

Setelah monyet dan lutung itu tertangkap, muncul niat jahat Herry.

Pria berusia 28 tahun ini kemudian berniat menjual hewan-hewan dilindungi tersebut.

Namun, belum lagi sempat menjual buruannya, Herry keburu ditangkap.

"Belum sempat saya jual. Menyesal kali saya ini," katanya.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved