Economic Outlook 2019, Asosiasi Manajemen Ingin Pelaku Usaha Miliki Gambaran Memasuki Tahun Baru

Kita buat seminar Economic Outlook 2019 ini sebagai gambaran teman-teman pelaku usaha agar bisa bersiap-siap menghadapi Tahun 2019

Economic Outlook 2019, Asosiasi Manajemen Ingin Pelaku Usaha Miliki Gambaran Memasuki Tahun Baru
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Lima pembicara pada Seminar Economi Outlook 2019, yaitu Direktur Bank Indonesia Sumut Andiwiana, Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Medan Pintor Nasution, Direktur PT. Panin Asset Management (Jakarta) Rudiyanto, Ketua Kadin Medan Rudi Zulham, dan Pakar Investasi dan Pasar Modal Peraih Rekor MURI, Darmin, SE, MBA. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin Sinaga

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Medan menggadakan seminar dengan tema Economic
Outlook 2019 di Executive Lounge Lantai 8 Emerald Garden Hotel, Rabu (12/12/2018).

Dengan menghadirkan lima narasumber sebagai pembicara yaitu Direktur Bank Indonesia Sumut,
Andiwiana, Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Medan, Pintor, Direktur PT. Panin Asset Management
(Jakarta), Rudiyanto, Ketua Kadin Medan, Rudi Zulham, dan Pakar Investasi dan Pasar Modal Peraih Rekor
MURI, Darmin, SE, MBA.

“Kita buat seminar Economic Outlook 2019 ini sebagai gambaran teman-teman pelaku usaha agar bisa
bersiap-siap menghadapi Tahun 2019,” ujar Ketua Umum AMA Indonesia Cabang Medan, Billie
Widyaputra.

Ia mengatakan peserta yang hadir dalam acara seminar ini lebih kurang 120 orang. Peserta datang dari
berbagai perusahaan dan organisasi antara lain IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), Gapeksindo, Kadin Sumut,
AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia).

“Dengan adanya acarta ini kita berharap para pelaku usaha bisa mendapat gambaran yang akan terjadi di
tahun 2019 sehingga bisa menjadi pedoman kedepannya, apa yang perlu kita siapkan ilmu untuk
menghadapi tahun 2019,” ucap Billie.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bank Indonesia Sumut, Andiwiana menjelaskan tentang peluang
dan tantangan untuk ekonomi global, ekonomi nasional, ekonomi Pulau Sumatera dan Sumut, baik dari
sisi ekonomi, inflasi, struktur ekonomi dan sektor yang bisa menjadi sektor unggulan kedepan.

Ia mengatakan dalam perkembangan ekonomi global, The Fed diperkirakan masih akan melanjutkan
normalisasi kebijakan moneter secara gradual sehingga mempengaruhi ketidakpastian di pasar keuangan
global dan berdampak pada tren penguatan dollar AS. Meski demikian, depresiasi rupiah secara year to
date sampai dengan 19 November masih lebih rendah 7 persen dari negara emerging markets lain
seperti India, Afrikas Selatan, Brasil, Rusia dan Turki.

“Di tengah tren perlambatan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia pada triwulan III 2018 tumbuh
cukup kuat, sebesar 5,17 persen, didukung permintaan domestic terutama bersumber dari investasi dan
konsumsi (rumah tangga dan belanja pemerintah),” ucap Andiwiana.

Menurutnya, sektor unggulan kedepan antara lain pariwisata, digital ekonomi dan ekonomi berbasis
syariah. “Kita punya tenaga kerja yang bagus untuk pariwisata, digital ekonomi karena kita punya tenaga
kerja, anak muda yang cukup bagus dan ekonomi berbasis syariah sebab kita punya kedekatan yang
cukup baik dengan negara tetangga yang memiliki kebutuhan untuk support ekonomi syariah,” ujar Andiwiana.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved