Keluarga Tambunan, Korban Longsor Tiga Generasi Dimakamkan Satu Liang

Kerabat korban serta warga lainnya beramai-ramai mengantarkan ke delapan jenazah tersebut ke peristirahatan terakhirnya.

Keluarga Tambunan, Korban Longsor Tiga Generasi Dimakamkan Satu Liang
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Lima korban longsor tiga generasi dimakamkan satu liang kecuali kakek mereka, Bantu Tambunan (70). Sedangkan Jones Tambunan (45), bersama istrinya Nurcahaya Marpaung istrinya Jones, (40) serta ketiga anaknya Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19) dimakamkan satu liangl di Pemakaman keluarga di Desa Pintu Pohan, Aek Rihit, Tobasa, Jumat (14/12/2018). 

TRIBUN-MEDAN. COM, TOBASA -Usai prosesi adat-istiadat di rumah duka hingga acara keagamaan di Gereja GKPI Pintu Pohan, Resort Porsea Desa Aek Rihit, Pintu Pohan Meranti, Tobasa, 8 korban longsor dimakamkan, sekitar pukul 5, Jumat (1/2/2018) sore hari.

Jenazah korban diangkut menggunakan mobil bak terbuka dari gereja menuju pemakaman keluarga sekitar 2 Kilo meter dari rumah atau gereja tempat korban disemayamkan.

Kerabat korban serta warga lainnya beramai-ramai mengantarkan ke delapan jenazah tersebut ke peristirahatan terakhirnya. Jalan yang dilalui menuju pemakaman juga tidak mudah.

Iring-iringan mobil yang membawa jenazah juga terkendala medannya jalan yang licin.

Lima korban longsor tiga generasi tersebut dimakamkan satu liang kecuali kakek mereka, Bantu Tambunan (70). Sedangkan Jones Tambunan (45), bersama istrinya Nurcahaya Marpaung istrinya Jones, (40) serta ketiga anaknya Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19) dimakamkan satu liang. Jenazah itu diletakkan berjejer.

Jarak makam antara Bantu, dengan anak serta menantu dan cucunya hanya sekitar 3 meter saja. Sedangkan makam Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15) hanya sekitar 50 meter. Kedua anak Rosdiana yang selamat yakni Alpen Marpaung (L,12) dan Jelli Marpaung (L, 5) turut mengantar jenazah ibu dan kakaknya. Sementara ayahnya, Kasmer Marpaung (39) masih hilang bersama korban lainnya Sutan Japri Marpaung (30).

Pada saat pemakaman, Friska Tambunan hanya bisa terdiam. Dia dipapah keluarga lainnya mengikuti prosesi pemakaman tersebut.

Amatan Tribun, pencarian dua korban lainnya berlangsung sejak pukul 10.00 Pagi hari hingga pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tobasa mengatakan pencarian akan terus dilanjutkan minimal satu minggu ke depan. Korban sulit ditemukan akibat kontur kemiringan tebing serta tanah liat yang berlumpur.

Jalan penghubung Kabupaten Tobasa ke Kabupaten Asahan juga lumpuh akibat longsor yang berulang sejak pukul 11 malam, 13 Desember hingga Jumat, 14 Desember sore hari. Longsor susulan terjadi hingga emat kali, sehingga badan jalan tertutup.

Sekitar seratus orang aparat gabungan yang terdiri dari Basarnas,  BPBD, TNI/Polri terlibat dalam pencarian tersebut. Mereka membersihkan jalan yang tertimbun longsor.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved