Setelah Dilantik, Ruslan jadi Kades Termuda di Deliserdang

Mereka sebelumnya merupakan Kades terpilih dalam pelaksanaan pemilihan Kades Antar Waktu.

Setelah Dilantik, Ruslan jadi Kades Termuda di Deliserdang
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kades Sampali, Muhammad Ruslan ketika berfoto bersama keluarganya usai dilantik oleh Bupati Ashari Tambunan di aula Cendana Kantor Bupati, Jumat (14/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Bupati Deliserdang melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 7 orang Kepala Desa Antar Waktu Jum,at, (14/12/2018).

Tujuh Kades yang dilantik ini yakni Juliadi Kades Mekar Sari Kecamatan Delitua, Misman dan Muhammad Ruslan Kades Tembung dan Sampali Kecamatan Percut Seituan.

Selain itu juga ada Suhendra Kades Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Sidin Sembiring Kades Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa, Natanael Pelawi Kades Kuta Tengah Kecamatan Namorambe serta Sunarto Kades Telaga Tujuh Labuhan Deli.

Mereka sebelumnya merupakan Kades terpilih dalam pelaksanaan pemilihan Kades Antar Waktu.

Mereka menggantikan posisi Kades sebelumnya karena berbagai hal seperti meninggal dunia, mengundurkan diri karena mengikuti Caleg serta terjerat tindak pidana korupsi.

Dilantiknya Muhammad Ruslan oleh Bupati Ashari menjadikan dirinya sebagai Kades termuda di Deliserdang saat ini. Diantara 380 Kades yang ada di Deliserdang dialah yang termuda karena saat ini usianya masih 26 tahun. Sebelumnya predikat Kades termuda di Deliserdang dipegang oleh Amansyah Plawi yang merupakan Kades Suka Mulya Kecamatan Namorambe. Saat ini usianya sudah 27 tahun lebih.

"Ia katanya saya yang termuda. Kalau sebelumnya kesibukan saya sebagai kontraktor. Kemarin saat pemilihan awalnya ada 9 calon baru kemudian diperkecil jadi 3 orang dan kemudian peraih suara terbanyak saya,"kata Muhammad Ruslan yang saat pelantikan didampingi oleh istri dan satu orang anaknya.

Ruslan ini menggantikan posisi Sri Astuti yang terlibat tindak pidana korupsi. Selain terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polrestabes Medan karena kasus pungutan liar (pungli) ditahun 2017 lalu Sri Astuti juga terjerat dalam kasus penerbitan SKT di areal
HGU PTPN II Desa Sampali. Oleh Kejaksaan Negeri Deliserdang ia juga ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved