Pelantikan Donald Trump Beraroma SUap, Jaksa Federal Turun Tangan Lakukan Investigasi

Jaksa federal di Manhattan tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Pelantikan Donald Trump Beraroma SUap, Jaksa Federal Turun Tangan Lakukan Investigasi
Twitter
Poster Donald Trump Ala Game Of Thrones 

WASHINGTON DC,TRIBUN-Jaksa federal di Manhattan tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana pelantikan Amerika Serikat'>Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Investigasi tahap awal ini dilakukan untuk mengetahui, apakah donatur yang menyumbangkan dana sengaja mengucurkan uangnya guna mendapatkan akses di pemerintahan Donald Trump.

Sebagaimana dilansir Kompas.com yang dikutip dari The Wall Street Journal pada Kamis (14/12), donasi yang diduga disalahgunakan pada pelantikan Donald Trump itu senilai 107 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun. 

Dengan begitu, mereka dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah sehingga berpotensi melanggar undang-undang antikorupsi.

Baca: Donald Trump Ingin Kembali Bertemu Kim Jong Un Bahas Denuklirisasi

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan, penyelidikan dimulai usai agen federal menyita sejumlah dokumen dari mantan pengacara pribadi Donald Trump, Michael Cohen.

Sebagai informasi, Cohen telah dijatuhi hukuman penjara tiga tahun atas kejahatan lain yang tidak terkait dengan Donald Trump.

NBC News mewartakan, FBI menggeledah kantor Cohen dan sebuah kamar hotel pada April lalu untuk menggali informasi seputar pembayaran kepada aktris porno Stormy Daniels, yang mengklaim punya hubungan pribadi dengan Donald Trump sebelum pemilu 2016.

Dalam operasi tersebut, agen FBI menyita rekaman pembicaraan antara Cohen dan Stephanie Winston Wolkoff.

Baca: Viral Video Donald Trump di KTT G20, Tinggalkan Presiden Argentina di Atas Panggung

Wolkoff merupakan mantan penasihat Ibu Negara Melania Trump, yang juga mengurusi acara untuk komite pelantikan Donald Trump.

Sementara itu, laporan The New York Times mengabarkan beberapa donatur utama berasal dari negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Hukum Federal AS tidak mengizinkan kontribusi asing terhadap pendanaan untuk acara pelantikan.

"Hal terbesar yang dilakukan Presiden, komitmennya dalam pelantikan, adalah datang dan mengangkat tangan serta mengambil sumpah jabatan.

Presiden fokus pada transisi pada waktu itu, dan bukan pada perencanaan untuk pelantikan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.

Baca: Megawati Akui Belum Pernah Dengar Program Prabowo-Sandiaga, Hanya Kampanye Ala Donald Trump

Sebelumnya, CNN mencatat total donasi yang diperoleh Trump mencapai 107 juta dollar AS.

Nilai tersebut kebanyakan diperoleh dari sejumlah donatur kaya yang menyumbang 1 juta dollar AS (Rp 14,5 miliar) atau lebih.(kompas.com)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved