Residivis Kasus Narkoba Bobol Mesin ATM Hanya Untuk Cari Modal Berjudi

Satu dari dua pembobol ATM milik BRI diringkus petugas Satreskrim Polrestabes Medan. Pelaku membobol ATM untuk cari modal main judi poker

Residivis Kasus Narkoba Bobol Mesin ATM Hanya Untuk Cari Modal Berjudi
Tribun Medan/Azis
R alias Simatupang dan J alias Metal, dua pelaku sindikat pembobol mesin ATM meringis kesakitan di depan RS Bhayangkara, Senin (28/8/2017). Kaki kedua pelaku dihadiahi timah panas saat dilakukan penangkapan di Batam, Kepulauan Riau. 

MEDAN,TRIBUN-Asfan Helmi Wanty Hasibuan tertunduk lesu, setelah diamankan petuga Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

Sebelumnya, pria berusia 30 tahun ini nekat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang ada di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas.

Adapun alasan tersangka, uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk modal berjudi poker.

"Uang yang sempat dibawa kabur tersangka sebanyak Rp 200 juta. Dia beraksi bersama rekannya berinisial N," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Jumat (14/12).

Putu mengatakan, N saat ini masih dalam pengejaran. Berdasarkan penuturan tersangka, uang tersebut sempat dibagi dua.

Baca: Tertangkap Tangan Bobol ATM Pakai Penjepit dan Lidi, Dedi Diciduk Anggota Polda Sumut 

"Masing-masing tersangka memperoleh uang Rp 100 juta. Uang kejahatan ini digunakan untuk membeli barang dan kebutuhan sehari-hari pelaku," kata Putu.

Dari cerita Putu, peristiwa pembobolan ATM BRI ini terjadi pada Rabu, 14 November 2018 lalu.

Saat itu, PT Beringin Gigantara (vendor BRI) tengah memperbaiki mesin ATM BRI yang ada di Unit Marindal, Medan Amplas.

Ketika dicek, uang yang baru saja dimasukkan hilang, senilai Rp 200 juta. Atas kehilangan tersebut, vendor kemudian melapor ke Polrestabes Medan.

Berdasarkan pemeriksaan CCTV di lokasi, diketahuilah pelakunya.

Baca: Tersangka Pembobol ATM Ini Menangis Ingat kepada Dua Anaknya

Satu diantaranya adalah Asfan warga Jalan Garu VIII, Lingkungan X, Kelurahan Harjo Sari, Kacamatan Medan Amplas.

Setelah mendapati wajah dan ciri-ciri pelaku, polisi mulai melakukan penyelidikan.

Alhasil, pada Senin (11/12) malam lalu, Asfan berhasil dibekuk berikut barang bukti satu unit handphone merek Xiaomi dan sebuah kartu ATM BRI.

"Tersangka ini merupakan Residivis. Ia pernah ditahan pada tahun 2008 dalam kasus narkoba, kemudian dihukum tiga tahun penjara," ungkap Putu.

Setelah bebas, tersangka kembali ditahan pada tahun 2016 dalam perkara pencurian.(cr16/cr3)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved