Akselerasi Bisnis dalam Revolusi Industri 4.0, JAPNAS SUMUT Gelar Diklatwul

Diklatwil ini diadakan sebagai bentuk kontribusi Japnas dalam meningkatkan kapasitas anggotanya.

Akselerasi Bisnis dalam Revolusi Industri 4.0, JAPNAS SUMUT Gelar Diklatwul
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Foto bersama Plh. Sekda Provsu H. Nouval Mahyar, SH, M. Hum (lima dari kiri) dengan Ketua Umum Japnas Sumut, Syahrul Akbar (tiga dari kiri dan beberapa angota Japnas saat Pendidikan dan Pelatihan Wilayah (Diklatwil) ke - I dengan tema Akselerasi Bisnis dalam Revolusi Industri 4.0 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-
Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional Provinsi Sumatera Utara (PW Japnas Sumut) mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Wilayah (Diklatwil) ke - I dengan tema Akselerasi Bisnis dalam
Revolusi Industri 4.0, yang dibuka secara resmi oleh Plh. Sekda Provsu H. Nouval Mahyar, S. H., M. Hum.

"Diklatwil ini diadakan sebagai bentuk kontribusi Japnas dalam meningkatkan kapasitas anggotanya," ucap Ketua Panitia Diklatwil Erwin.

Ia mengatakan Japnas berdiri sejak tahun 2015 dan di Sumut hadir tepat pada tanggal 27 November 2017.
Sebagai action group, Japnas memiliki target menjalin sinergitas bisnis
antar anggota Japnas.

"Output organisasi ini adalah bisnis baru, startup business. Alhamdulillah sampai dengan hari ini sudah banyak bisnis baru atau startup yang terbentuk semenjak hadirnya Japnas di Sumut," ujar Ketua Umum Japnas Sumut, Syahrul Akbar.

Syahrul mengatakan adapun beberapa perusahaan yang terbentuk dengan hadirnya Japnas Sumut adalah
Richs (Perusahaan yang memproduksi
Charcoal dan Briket), Moscot (Perusahaan yang bermain di sektor
industri kopi dari hulu ke hilir), Deli Co. (Perusahaan yang mengembangkan
Creative Space) dan lain-lain.

"Ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan lapangan pekerjaan baru, dan akan mengurangi tingkat
pengangguran, khususnya di Sumut,"ujarnya.

Menurut Syahrul B to B (Business to Business) yang terjalin antar anggota
Japnas bahkan jauh lebih banyak.
Menyorot kepada 4 Unicorn yang menjadi kebanggaan Indonesia (Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan
Traveloka), ini membuktikan telah terjadinya revolusi pada berbagai sektor Industri.

"Saat ini kita tidak lagi membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memiliki bisnis bervaluasi lebih
dari 13 Triliun. Tidak lagi perlu waktu setengah abad, untuk memiliki perusahaan bervaluasi tinggi.
Hal ini dibuktikan oleh Achmad Zaki Bukalapak dan Nadiem Makarim Gojek. Cukup dengan waktu 8 tahun
valuasi perusahaan ini sudah melebihi valuasi XL maupun Indosat yang dibangun bertahun-tahun dan
bergenerasi-generasi," ungkapnya.

"Tentu hal ini dapat kita tangkap sebagai peluang. Artinya borderless yang menjadi akibat dari perkembangan teknologi jelas telah merevolusi
berbagai sektor industri. Mungkin dalam kepengurusan lima tahun kedepan,
Japnas dapat menargetkan menyumbang satu unicorn
Indonesia hasil dari Japnas. Dan tentu ini nantinya akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dan lebih luas," kata Syahrul.

Acara ini dihadiri oleh
Plh. Sekda Provsu H. Nouval Mahyar, SH, M. Hum, Wakil Ketua Umum Pusat Japnas, Reza Irsyad Aminy,
Wakil Ketua Umum Kadin Sumut, Oki Irawan, Ketua Umum AEKI Sumut, Saidul Alam, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi BAPPEDA Provsu, Kepala Divre Bulog Sumut, Kanwil DJP Sumut I
Plh. Sekda Provsu yang sangat sepakat dengan akselerasi bisnis yang harus dilakukan dalam menyikapi revolusi
industri 4.0.

"Kita berevolusi atau terevolusi. Pengusaha harus cermat menangkap peluang, kita dihadapkan dgn kompetitor yang tak terlihat. Kita dituntut untuk terus berinovasi dan melakukan hal-hal
baru dengan cara-cara yang baru," ucap Syahrul.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved