KPK Tetapkan 2 Pejabat Waskita Karya Tersangka Pekerjaan Fiktif, Termasuk Proyek Bandara Kualanamu

Fathor dan Yuly Siregar diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi.

KPK Tetapkan 2 Pejabat Waskita Karya Tersangka Pekerjaan Fiktif, Termasuk Proyek Bandara Kualanamu
net
Bandara Kualanamu, Deliserdang. 

Fathor dan Yuly Siregar diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi.

JAKARTA, TRIBUN-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua pejabat PT Waskita Karya (Persero), Tbk sebagai tersangka.

Keduanya adalah Fathor Rachman, selaku Kepala Divisi II PT Waskita Karya pada periode 2011-2013, dan Yuly Ariandi Siregar, selaku Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya pada periode 2010-2014.

"FR dan YAS diduga telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero), Tbk," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/12).

Agus menjelaskan, Fathor dan Yuly diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikembangkan oleh perusahaan.

"Sebagian dari pekerjaan tersebut diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan subkontraktor yang teridentifikasi sampai saat ini," katanya.

Baca: Proyek Jalan Tol Binjai-Medan-Tebing Terganggu Sengketa Tanah, Pengerjaan Molor dari Target

Baca: Aksi Kopassus TNI Viral di Netizen Luar Negeri, Hingga Jenderal AS Melongo dan Ucapkan Hal Ini

Baca: Balita Asal Deliserdang Tertidur Selama 22 Hari, Hasil Pemeriksaan Dokter Dinyatakan Sehat

Ketua KPK memaparkan, perkiraan kerugian negara dari dugaan korupsi yang dilakukan oleh dua pegawai PT Waskita Karya (Persero), Tbk mencapai Rp 186 miliar. Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif," kata Agus dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.

Proyek Fiktif

KPK menemukan dugaan pekerjaan fiktif pada sebagian paket di 14 proyek yang ikut dikembangkan PT Waskita Karya. Temuan tersebut berdasar penyidikan terhadap dua pegawai PT Waskita Karya, Fathor dan Yuly.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved