KPU Ajak Mahasiswa Cerdas dan Tolak Politik Uang

kunjungan ke kampus untuk mengajak mahasiswa menolak politik uang (money politic). Acara ini diikuti 70 peserta atau mahasiswa.

KPU Ajak Mahasiswa Cerdas dan Tolak Politik Uang
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
KPU Siantar foto bersama dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Akutansi dan Manajemen Indonesia Murni Sadar, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar melaksanakan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di dua kampus.

Adapun kampus yang dikunjungi yakni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Tunas Bangsa dan Sekolah Tinggi Akutansi dan Manajemen Murni Sadar.

Komisioner KPU Divisi Partisipasi Masyarakat Nurbaiyah mengatakan kunjungan ke kampus untuk mengajak mahasiswa menolak politik uang (money politic). Acara ini diikuti 70 peserta atau mahasiswa.

"Kunjungan ini bertajuk "Goes to Campus" dilaksanakan untuk menarik minat pemilih milenial agar menggunakan hak suaranya dgn benar,"ujarnya, Selasa (18/12/2018).

Nurbaiyah mengaku masih banyak pemilih pemula yang tidak peduli dengan hak suara dalam pemilu. Menurutnya, pemilih pemula tidak begitu suka dengan panggung politik.

"Hal ini untuk menghindari pemilih yang tidak memberikan hak suaranya. Masih banyak pemilih pemula yang acuh terhadap hal yang berbau politik,"katanya.

Sementara, di Sekolah Tinggi Akutansi dan Manajemen Indonesia Murni Sadar yang diikuti 120 peserta tampak berjalan lancar. Suasana saling tanya-jawab juga terjalin.

Nurbaiyah menyampaikan mahasiswa harus mengetahui pelaksanaan pemilu 2019. Apalagi, pemilu 2019 langsung menggabungkan pemilihan presiden dan legislatif.

"Pentingnya pemahaman dan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pemilu karena pemilu 2019 merupakan pemilu serentak yang pertama yang menggabungkan.pemilihan presiden dan wakil presiden dengan legislatif,"ujarnya.

Kata Nurbaiyah sosialisasi ini meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pemilu. Ia menjelaskan dengan sosialisasi ini mahasiswa sudah paham mekanisme dalam teknis memilih.

"Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pemilu, meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya arti pemilu dan meningkatkan partisipasi mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya,"tambahnya.

Senada dengan itu, kata Nurbaiyah juga menyampaikan tata cara pemungutan suara, tata cara mencoblos, contoh surat suara sah dan tidak sah.

"Kita juga menyampaikan apa itu pemilu dan siapa yang menjadi pemilih. Agar mahasiswa menjadi pemilih yang aktif dan cerdas,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved