BPBD Imbau Warga Jauhi Daerah Rawan Longsor, Natanael: Seluruh Wilayah Karo Rawan Bencana

"Karena kita berada di ketinggian, dan konturnya berbukit, jadi hampir kawasan di sini memiliki potensi longsor yang cukup tinggi," ujar Natanael.

BPBD Imbau Warga Jauhi Daerah Rawan Longsor, Natanael: Seluruh Wilayah Karo Rawan Bencana
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Titik longsor yang terjadi di Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, Karo, Jumat (14/12/2018) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Memasuki musim penghujan seperti saat ini, tentunya patut diwaspadai akan datangnya bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor. Dalam hal ini, seperti yang diketahui Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana, terutama tanah longsor.

Terlebih, menurut peta potensi rawan bencana yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, hampir seluruh wilayah bumi Turang ini berpotensi bencana.

Hal ini disebutkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanael Peranginangin.

Dirinya mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan faktor geografis Kabupaten Karo yang terletak di dataran tinggi, serta memiliki banyak perbukitan dan tebing.

"Karena kita berada di ketinggian, dan konturnya berbukit, jadi hampir kawasan di sini memiliki potensi longsor yang cukup tinggi," ujar Natanael, Rabu (19/12/2018).

Lebih lanjut, Natanael menyebutkan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karo, yang memiliki potensi longsor paling besar terdapat di Kecamatan Laubaleng dan Mardingding. Dirinya mengungkapkan, alasannya karena kedua kecamatan itu terletak daerah yang berbukit dengan tanah yang labil.

Meskipun begitu, mengingat saat ini curah hujan sedang tinggi, Natanael menyebutkan tak menutup kemungkinan daerah lain juga ikut terdampak longsor. Seperti adanya longsor di beberapa titik yang terjadi di Kecamatan Simpang Empat baru-baru ini.

"Sesuai dengan peta potensi rawan bencana yang kita terbitkan, daerah yang paling rawan itu di Kecamatan Laubaleng dan Mardingding. Tapi kenyataannya seminggu terakhir ini, hampir di seluruh kecamatan yang terkena longsor baik kecil maupun besar," katanya.

Dalam mengantisipasi dan tindak lanjut jika terjadi bencana, Natanael mengungkapkan pihaknya telah bekerjasama dengan seluruh stakeholder, mulai dari jajaran Pemkab Karo hingga ke petugas dari TNI dan Polri. Dirinya menyebutkan, seperti beberapa waktu lalu seluruh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Karo, telah membentuk pasukan reaksi cepat tanggap penanggulangan bencana. Selain itu, dirinya mengatakan pihaknya telah memasang rambu-rambu atau tanda di setiap daerah yang rawan longsor.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved