Kesaksian Warga Desa Bongkaras: Air Naik dan Berputar, Sebagian Korban Hilang Lagi Memasak Gambir

Mariati br Sitohang mengatakan hujan disertai angin kencang yang mengguyur desa mereka berbeda dari biasanya.

Kesaksian Warga Desa Bongkaras: Air Naik dan Berputar, Sebagian Korban Hilang Lagi Memasak Gambir
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Seorang warga Desa Bongkaran, Mesti br Sigalingging menceritakan peristiwa banjir bandang yang menerjang desa mereka pada Selasa (18/12/2018) kemarin sore.

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Sejumlah warga melihat keanehan saat terjadinya hujan kencang yang melanda Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga pada Selasa (18/12/2018) sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum terjadi peristiwa banjir bandang kawasan tersebut.

Seorang warga Desa Bongkaras, Mariati br Sitohang mengatakan hujan disertai angin kencang yang mengguyur desa mereka berbeda dari biasanya. Ia mengaku air hujan yang turun ketika itu layaknya batu es.

"Hujan turun deras kayak es," sebut Mariati, Rabu (19/12/2018).

Satu jam setelah hujan turun, dari kejauhan, tiba-tiba ia melihat kondisi air sungai naik. Bahkan, ia mengaku masih sempat melihat dua korban hilang yaitu Kino Tumanggor dan istri, Elfrina br Sinaga berusaha menyelamatkan diri dengan menjauhi bantaran sungai.

"Saya lihat mereka lagi masak gambir, tapi belum matang. Tiba-tiba air bergulung-gulung campur tanah terus berjalan. Belum pernah air setinggi itu," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya, Mesti br Sigalinggi. Ia menilai air Sungai Bongkaras secara tiba-tiba menyapu lahan persawahan maupun material lainnya, seperti gubuk warga maupun beberapa orang yang kebetulan tengah berada di bantaran sungai tersebut.

"Air saya lihat lima meter tingginya. Baru kali ini kayak gitu. Dua jam kemudian air baru surut," ujar Mesti.

Untuk diketahui, akibat peristiwa banjir bandang pada Selasa (18/12/2018) sore mengakibatkan korban hilang yang berada dua desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga, yaitu enam orang di Desa Bongkaras dan satu orang warga Desa Longkatan.

Adapun identitas korban hilang di Desa Bongkaras adalah Kino Tumanggor (39), Elfrida br Sinaga (45), Nadia br Hasugian (4), Lina br Padang (30), Jaluddin Boangmanalu (68) dan Walbin Simarmata (49)

Sedangkan warga Desa Longkotan yang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian yaitu Barun Sitorus (35).

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved