Ilegal Logging, Diduga Menjadi Penyebab Utama Banjir Bandang di Silima Pungga-pungga

Jaluddin Boangmanalu turut menjadi korban dalam peristiwa banjir bandang tersebut dan belum diketahui keberadaannya hingga kini.

Ilegal Logging, Diduga Menjadi Penyebab Utama Banjir Bandang di Silima Pungga-pungga
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Jannes Boangmanalu, anak dari Jaluddin Boangmanalu yang turut menjadi korban banjir bandang di Desa Bongkaras, Silima Pungga-pungga Dairi. Jannes menyebutkan bencana di desanya akibat praktik ilegal logging. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Bencana banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi yaitu Desa Longkotan dan Desa Bongkaras pada Selasa (18/12/2018) sore, diduga akibat maraknya aksi pembalakan liar kayu hutan (ilegal logging) dari kawasan pegunungan.

Dugaan itu disampaikan Jannes Boangmanalu, yang ayah kandungnya Jaluddin Boangmanalu turut menjadi korban dalam peristiwa banjir bandang tersebut dan belum diketahui keberadaannya hingga kini.

"Disini banyak ilegal logging. Jadi kami minta oknum pelakunya segera ditindak. Seperti ada pembiaran terhadap tindakan yang sangat merusak hutan," kata Jannes, Kamis (20/12/2018).

Menurut pengakuannya, kegiatan ilegal logging telah berlangsung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Namun, Jannes menilai aparatur penegak hukum justru tidak pernah melakukan penindakan terhadap perilaku yang merugikan masyarakat banyak tersebut.

"Kegiatan ilegal logging saya lihat langsung, kayu diangkat dari kampung saya di Batu Kapur. Sudah tiga tahun itu. Tapi masyarakat banyak yang tidak berani melaporkan," ujarnya.

Sementara, akibat banjir bandang yang terjadi lalu. Banyak tumpukan batang kayu menumpuk disepanjang Sungai Bongkaras, Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved