BNN Deliserdang Berharap Pemerintah Desa Anggarkan Biaya Rehab untuk Warga Pecandu Narkoba

Jadi di tahun 2019 kita harapkan nanti semua desa yang ada di Deliserdang bisa mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan warganya yang mau direhab

BNN Deliserdang Berharap Pemerintah Desa Anggarkan Biaya Rehab untuk Warga Pecandu Narkoba
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Kepala BNN Deliserdang, AKBP Safwan Khayat memaparkan kasus yang mereka tangani dalam kurun waktu satu tahun Jumat, (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang menghimbau agar Pemerintah Desa dapat menganggarkan biaya untuk merehabilitasi warganya yang menjadi pecandu narkoba.

Disebut anggaran desa tidak seharusnya fokus terhadap pembenahan infrastruktur saja namun juga bisa difokuskan untuk pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya warga yang menjadi pecandu.

"Jadi di tahun 2019 kita harapkan nanti semua desa yang ada di Deliserdang bisa mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan warganya yang mau direhab. Minimal dalam satu tahun bisa untuk lima orang yang akan direhab," ujar Kepala BNN Deliserdang, AKBP Safwan Khayat Jum,at, (21/12/2018).

Ia menyebut selama ini banyak pecandu narkoba yang sebenarnya ingin direhab namun tidak mempunya uang. Diharapkan dengan adanya alokasi dana yang disediakan maka kejadian seperti itu tidak ada lagi.

"Untuk biaya rehab di swasta, satu orangnya itu biayanya Rp 2 juta perbulan. Rehabilitasi itu dilakukan selama tiga bulan," kata Safwan Khayat.

PENJELASAN Direktur BPJS soal Blokir SIM dan Paspor Per 1 Januari 2019 bagi yang Belum Ikut BPJS

Pangkalan TNI Terpadu Natuna Beroperasi, Gabungan Tiga Angkatan, Ini Foto dan Videonya

Viral, Warga Tegalarum Ini Menjual Helikopter Seharga Rp 25 Miliar di Medsos

Ia menyebut, artinya dengan biaya sekitar 6 juta untuk satu orang pertahun atau Rp 30 juta untuk biaya 5 orang pertahun maka rantai untuk penyebarluasan peredaran narkoba bisa diputus.

"Ya bayangkan saja kalau setiap desa bisa menganggarkan hal ini tentu banyak pecandu yang bisa diselamatkan," kata Safwan Khayat.

Meluap Kekecewaan Gisel pada Hakim, Sidang Cerai dengan Suami Gading Marten

KMP Ihan Batak Sukses Berlayar di Perairan Danau Toba Rute Pelabuhan Ajibata-Ambarita

Ia menyebut selama tahun 2018 ada sebanyak 18 kasus narkotika yang mereka tangani. Jumlah kasus ini sedikit lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang seluruhnya ada 15 kasus.

Mayor Andri Tangkap Penjambret Ponsel Setelah Kejar-kejaran di Jalan Kapten Sumarsono Helvetia

PT Pegadaian Undang Akademisi dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Diskusi untuk Tampung Masukan

150 Hektar Persawahan dan 60 Hektar Perkebunan Rusak Akibat Banjir Bandang Dairi

Istri Korban Bandang Dairi Histeris di Peti Bariun Sitorus: Pisahnya Kita Bang, Jangan Secepat Ini

"Dari 18 kasus itu ada 21 orang tersangka dengan jumlah barang bukti 17,75 gram. Kasusnya pun kita teruskan dan lanjut ke Kejaksaan. Jumlah kasusnya memang kita akui kecil jika dibanding yang ada ditangani di Kepolisian. Karena kalau dikepolisian mereka itukan memang fokusnya dipenindakan saja kalau kita jugakan fokus ke pencegahan dan pemutusan mata rantai," kata Safwan.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved