Masyarakat Nekat Beraktivitas di Zona Merah, Dansatgas dan PVMBG Tekankan Sinabung Masih Awas

Pemilik warung kopi tersebut Aron Sembiring, mengaku dirinya terpaksa membuka warung dan kembali bertani di sana dikarenakan faktor ekonomi.

Masyarakat Nekat Beraktivitas di Zona Merah, Dansatgas dan PVMBG Tekankan Sinabung Masih Awas
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal (kiri), bersama Danramil 04/SE Kapten Kav J Surbakti (dua kanan), mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki daerah yang masuk kawasan zona merah, di Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Dansatgas Tanggap Darurat Gunung Sinabung Letkol Inf Taufik Rizal, kembali melakukan patroli ke daerah yang berada di kawasan zona merah Gunung Sinabung, Jumat (21/12/2018) sore. Kali ini, Taufik dengan didampingi oleh Danramil 04/SE Kapten Kav J Surbakti, dan Personel dari Polsek Simpang Empat, menyisir Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat.

Taufik mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapat, hingga saat ini banyak masyarakat asli Desa Gamber yang sudah kembali melakukan aktivitas bertani di kawasan tersebut. Benar saja, setibanya di Desa Gamber, petugas mendapati beberapa warga yang sedang beristirahat di sebuah warung kopi.

Pemilik warung kopi tersebut Aron Sembiring, mengaku dirinya terpaksa membuka warung dan kembali bertani di sana dikarenakan faktor ekonomi.

Saat ditanyai mengenai rumah dan lahan pertanian bantuan dari pemerintah, dirinya menyebutkan jika hanya mengandalkan lahan tersebut belum mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

"Memang sudah dapat pak, tapi kami cuma tidur aja di sana pak, kalau cari makan tetap harus ke sini lah. Kan anak kami butuh biaya sekolah juga. Kalau ladang yang dikasih pinjam berapa hari lah kami bisa dapat," ujar Arson.

Tak hanya memantau di bagian luar saja, para personel gabungan itu turut menyisir bagian dalam desa. Setelah berkeliling, petugas kembali mendapati masyarakat yang tengah melakukan aktivitas di ladangnya. Amanat www.tribunmedan.com, di desa tersebut sudah banyak terdapat lahan pertanian milik warga. Mulai dari cabai, terong, jagung, dan kopi. 

Sama seperti Asron, Victoriunus Sitepu yang ditemui di ladangnya, juga mengatakan alasan dirinya dan warga yang lain nekat masuk ke zona merah karena faktor ekonomi. Selain itu, dirinya juga menyebutkan hasil tanaman mereka di sana lebih menjanjikan ketimbang dari lahan yang diberikan oleh pemerintah.

"Kami terjepit juga pak, tapi mau gimana lagi. Karena di luar zona ini banyak yang gagal panen, jadi banyak yang kembali di sini," katanya.

Lebih lanjut, dirinya lebih nyaman bertani di lokasi tersebut, karena memiliki faktor kedekatan dengan kampung halamannya itu. Dirinya mengaku, memang personel dari Satgas tanggap darurat Sinabung sudah sering mengimbau masyarakat untuk tidak masuk ke zona merah.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved