Debat Panas Freeport, Mahfud MD Skakmat Ferdinand hingga Inalum Jelaskan Kontrak Karya Freeport

Keberhasilan pemerintah menjadi pemilik mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) lewat PT Inalum (Persero) memicu perdebatan baru

Debat Panas Freeport, Mahfud MD Skakmat Ferdinand hingga Inalum Jelaskan Kontrak Karya Freeport
dok/kolase
Ferdinand Hutahean dan Mahfud MD 

TRIBUN-MEDAN.COM - Keberhasilan pemerintah menjadi pemilik mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) lewat PT Inalum (Persero) memicu perdebatan baru.

Uang sebesar 3.85 miliar dollar AS atau Rp 55 triliun yang dikeluarkan pemerintah demi memiliki saham 51 persen PTFI dianggap sebagai tindakan yang sia-sia karena membeli tanah sendiri.

Politukus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean misalnya mengungkit pernyataan lama Luhut Panjaitan, saat menjabat Kepala Staf Presiden yang menyebut perpanjangan kontrak Freeport sia-sia karena akan habis 2021.

Untuk diketahui, Inalum pada Jumat (21/12/2018) meningkatkan kepemilikannya di PTFI dari 9,36 persen menjadi 51 persen sekaligus berhak menjadi pengendali perusahaan pengelola kekayaan emas, perunggu, dan perak di Papua tersebut sebesar Rp 2.400 triliun hingga 2041.

''Kalau kontraknya habis 2021, itu milik kita 100%.

Dengar beliau ngomong..!!

Semoga para bong200 sekolam segera sadar bahwa bong cm dibohongi,'' ujar Ferdinand di akunnya, Senin (23/12/2018)

Lalu Ferdinand mengunggah video Luhut yang menyebut  perpanjangan kontrak Freeport sebelum 2019 itu adalah pelanggaran UU

''Luhut bilang perpanjangan kontrak sebelum 2019 itu adalah pelanggaran UU.''

Unggahan ini di-tag pada Prof Mahfud MD dan meminta pendapatnya tentang pernyataan Luhut ini.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved