Dua Kali Dihantam Tsunami, 'Dua Kali BMKG Bobol' Ketua Komisi V DPR Ungkap Pemotongan Anggaran

Fary mengatakan, dari Rp 2,9 triliun anggaran yang diajukan BMKG pada APBN 2019, pemerintah hanya mengalokasikan Rp 1,7 triliun.

Dua Kali Dihantam Tsunami, 'Dua Kali BMKG Bobol' Ketua Komisi V DPR Ungkap Pemotongan Anggaran
twitter
Letusan Gunung Anak Krakatau yang diabadikan pilot Susi Air, Minggu (23/12/2018). Erupsi yang dibarengi longsor memicu tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Indonesia dua kali diterjang tsunami dalam waktu berdekatan dengan pemicu yang berbeda.

Saat rentetan gempa mengguncang Sulawesi Tengah,  Jumat (28/9/2018), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sempat mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami (PDT), dengan estimasi ketinggian gelombang tsunami 0,58 m dan estimasi waktu tiba 17.22.43 WIB.

Kemudian setelah dilakukan observasi, BMKG menyakan bahwa telah terlewatinya perkiraan waktu kedatangan tsunami, maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.36.12 WIB.

Beberapa menit menit setelah Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri, gelombang tsunami menerjang dengan ketinggian 1,5 meter. Hal ini dikonfirmasi kebenarannya oleh BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah.

Hingga Sabtu (20/10/2018) ini tercatat 2.113 orang meninggal dunia.

Sebaran korban tewas itu di Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. 

Terjangan tsunami kembali menghantam Indonesia pada saat warga berliburan Sabtu (22/12/2018) pukul 21.30 WIB.

Kali ini tanpa ada Peringatan Dini Tsunami (PDT) dari BMKG.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved