Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Pascabencana Tsunami Banten, Begini Instruksinya untuk Semua Jajaran

Lokasi pertama kali yang dikunjungi oleh Presiden adalah Posko BNPB kemudian peninjauan ke Puskesmas Kabupaten Pandeglang.

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Pascabencana Tsunami Banten, Begini Instruksinya untuk Semua Jajaran
TRIBUN MEDAN/HO Humas Mabes Polri
Suasana saat Kapolri dan Panglima TNI dampingi Presiden RI Jokowi, tinjau lokasi pascabencana Tsunami Banten, Senin (24/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof.H. Muhammad Tito Karnavian, Ph,D dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtanto, SIP mendampingi Presiden RI Joko Widodo meninjau penanganan bencana Tsunami di wilayah Anyer dan sekitarnya, Senin (24/18/2018).

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir, As Ops Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Msi, Dankor Brimob Polri Irjen Pol Rudi Sufahriyadi.

Kemudian, Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Kapusdokes Polri Brigjen Pol Dr.Arthur Tampi dan Direktur Polisi Udara Brigjen Pol Drs. Anang Syarif Hidayat

Lokasi pertama kali yang dikunjungi oleh Presiden adalah Posko BNPB kemudian peninjauan ke Puskesmas Kabupaten Pandeglang.

Di sana Presiden meninjau pelayanan kesehatan yang jadi tempat perawatan para korban bencana tsunami.

Dalam peninjauannya itu, Presiden ingin memastikan agar penanganan dampak bencana tsunami diselesaikan cepat dan baik, terutama soal evakuasi korban dan adanya bantuan pelayanan kesehatan.

Kegiatan peninjauan dilanjutkan ke posko pengungsian dan trauma healing, dan berakhir di pantai Carita.

Presiden menginstruksikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Menteri Sosial, Kepala BNPB, Menteri Kesehatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk fokus mengerjakan tanggap darurat.

"Saya telah memerintahkan melakukan langkah-langkah darurat, menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya," kata Jokowi, Senin (24/12/2018)

"Pemerintah pusat akan membantu seluruh penangan dan evakusi korban bencana. Seluruh korban akan didatakan baik korban jiwa, materil dan non materil. Penyediaan air bersih dan posko kesehatan sebanyak mungkin akan kita upayakan," sambungnya.

Masih kata Jokowi, selanjutnya akan dilakukan penanganan trauma healing kepada masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Untuk diketahui, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB tercatat ada 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved