Pegawai Ini Mengaku Tidak Bisa Kencing saat Pemeriksaan Urine, Ternyata Hasilnya Begini

Di kantor ini ada 43 orang pegawai yang menjalani pemeriksaan. Awalnya direncanakan ada 56 orang pegawai.

Pegawai Ini Mengaku Tidak Bisa Kencing saat Pemeriksaan Urine, Ternyata Hasilnya Begini
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Pegawai Kesbangpol melakukan pendataan sebelum diperiksa urinenya oleh petugas BNN Rabu, (26/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang satu persatu memasuki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkab Deliserdang Rabu, (26/12).

BNN masuk untuk melakukan pemeriksaan urine terhadap pegawai-pegawai yang ada di lingkungan Pemkab.

Tidak hanya yang berstatus sebagai tenaga pembantu atau yang sering disebut tenaga honorer, pemeriksaan urine juga dilakukan terhadap pegawai yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Terakhir kegiatan pemeriksaan dilakukan di kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol). Di kantor ini ada 43 orang pegawai yang menjalani pemeriksaan. Awalnya direncanakan ada 56 orang pegawai yang akan diperiksa namun hanya 43 orang saja yang bisa dilakukan pemeriksaan karena sisanya sedang tidak berada di kantor.

Saat pemeriksaan berlangsung orang yang pertama kali diperiksa urinenya adalah Kepala Kesbang, Togar Panjaitan. Mantan Dandim 02/04 Deliserdang ini sengaja memberikan urinenya untuk diperiksa sebagai contoh kepada bawahannya. Setelah dirinya juga dilakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris, Ahmad Efendy Siregar.

Pemeriksaan urine di kantor ini sempat jeda sebentar dan membuat dokter BNN menunggu-nunggu. Hal ini lantaran ada satu orang pegawai pria yang mengaku tidak bisa mengeluarkan urinenya untuk diperiksa. Meski sudah berulang kali ke kamar mandi namun ia mengaku tidak juga bisa untuk buang air kecil.

Dihadapan Kepala BNN Deliserdang, AKBP Safwan Khayat dan Kepala Kesbang Togar Panjaitan ia pun sempat menyampaikan permintaan maaf atas hal ini. Dengan berkeringat ia pun sempat mengungkapkan apa yang ia alami itu.

Saat itu ia adalah pegawai yang paling akhir yang belum selesai diperiksa. " Enggak bisa kencing saya pak. Udah saya coba berulang kali tapi enggak bisa keluar juga,"katanya.

Saat itu tatapan mata Togar Panjaitan pun sempat tertuju padanya. Tidak lama kemudian pihak BNN pun selanjutnya memerintahkan agar yang bersangkutan menjalani pemeriksaan urine di kantor BNN. Pegawai berkepala pelontos itu sempat menyatakan akan datang ke kantor BNN kalau sudah bisa kencing nantinya. Namun pada saat itu BNN menegaskan agar dirinya menjalani pemeriksaan urine apabila mengeluarkan urinnya di kantor BNN.

AKBP Safwan Khayat mengatakan dari 43 orang yang mereka periksa urinenya satu orang diantaranya terindikasi sebagai pengguna narkoba. Ia membenarkan satu orang yang dimaksud adalah satu orang pegawai yang menjalani pemeriksaan di kantornya. Ia menyebut sebelum tahun 2019 ada satu lagi OPD yang akan mereka masuki untuk dilakukan hal yang sama.

" Sebenarnya yang mau diperiksa mau 56 orang cuma baru 43 orang yang hadir. 13 orang lagi nanti diperiksa di kantor lah. Sementara ini baru satu orang yang kita curigai dan itu yang kita periksa di kantor. Karena tidak bisa kencing tadi makanya pemeriksaannya di kantor. Ini sedang kita lakukan asesman lah, "kata Safwan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved