Tak Ada Permintaan Keluarga, Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Dairi Resmi Dihentikan

Korban yang diduga hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Maka pada kesempatan ini kami nyatakan hilang.

Tak Ada Permintaan Keluarga, Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Dairi Resmi Dihentikan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Kepala BPBD Dairi, Bahagia Ginting secara resmi menghentikan proses pencarian terhadap korban hilang, akibat banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga pada Rabu (26/12/2018).

Seperti diketahui hingga saat ini dua korban hilang yaitu Kino Tumanggor dan Lia br Padang belum diketahui keberadaannya pascabanjir bandang, Selasa (18/12/2018) lalu.

"Korban yang diduga hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Maka pada kesempatan ini kami nyatakan hilang," kata Bahagia di Posko Tanggap Bencana di Desa Bongkaras, Silima Pungga-pungga, Dairi.

Menurut Bahagia, penghentian pencarian yang mereka tetapkan telah sesuai dengan standar operasional masa tanggap darurat dalam menangani suatu bencana.

"Sesuai SOP, masa tanggap darurat dilakukan selama tujuh hari. Kemudian diperpanjang selama dua hari. Dengan demikian total pencarian berjalan selama sembilan hari, mulai 18 Desember sampai dengan 26 Desember 2018," ucapnya.

Ditambah Bahagia, sampai saat ini pihaknya tidak ada satu pun permintaan dari keluarga yang anggotanya dinyatakan hilang untuk dilakukan perpanjangan waktu pencarian.

"Sampai hari ini, keluarga yang dinyatakan hilang belum ada yang meminta kepada kami agar posko diperpanjang," sebutnya.

Sementara, pascabanjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Longkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi, tujuh orang dinyatakan hilang.

Setelah dilakukan pencarian, sebanyak lima korban telah berhasil ditemukan, yaitu Bariun Sitorus, Elfrida br Sinaga, Walbiner Simarmata, Jaluddin Boangmanalu dan Nadia br Hasugian. Kelimanya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Sedangkan, terkait tindak lanjut terhadap kerusakan sejumlah fasilitas umum maupun sejumlah harta benda milik masyarakat, seperti pertanian, perkebunan dan lainnya, Bahagia menyebutkan telah melakukan pendataan dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumut.

"Untuk penanganan kerusakan, sesuai instruksi gubernur, maka kami akan memperhatikan kondisi ini, dan akan membawa datanya untuk dikoordinasikan dengan Pemprov," ujarnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved