54 Jemaah Terkatung-katung di Hotel dan Gagal Umrah, Bayar ke PT Al Maqbul Rp 17 Juta-Rp 36 Juta

"Kami belum dikasih berangkat, padahal sudah menginap selama 11 hari di Hotel Wings," kata Yulmi, 70 tahun.

54 Jemaah Terkatung-katung di Hotel dan Gagal Umrah, Bayar ke PT Al Maqbul Rp 17 Juta-Rp 36 Juta
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Ratusan jemaah menjadi korban penipuan jasa umrah dan haji Travel PT Al Maqbul milik Azmi Syahputra di Binjai. Massa minta Polres tangkap dan sita aset Azmi. Kerugian mencapai miliaran. 

MEDAN, TRIBUN-Menunaikan ibadah merupakan impian semua umat Muslim. Namun, asa tersebut kadang berujung kekecewaan.

Seperti dialami 53 jemaah, yang telah membayar lunas biaya umrah ke Perusahan Travel Haji dan Umrah, PT Al Maqbul, yang beralamat di Jalan Veteran, Kota Binjai.

Mereka membayar biaya umrah bervariasi Rp 17 juta-Rp 36 juta. Tarif tersebut tergantung apakah pada saat calon jemaah umrah mendaftar ada diskon atau tidak. Namun, hingga 11 hari menginap di Hotel Wings di jalan arteri Bandara Kualanamu, Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, para calon jemaah umrah belum berangkat ke Makkah.

Mereka kemudian membuat laporan ke Mapolda Sumut atas kasus dugaan penipuan tersebut. Sebelum berangkat ke Mapolda Sumut, Tribun Medan sempat mewawancarai dua jemaah. Mereka meminta agar nama mereka tidak dipublikasikan.

"Kami minta uang kami dikembalikan lah. Meskipun saya PNS dan bayarnya kontan, tapi uangnya kan banyak yang sudah saya setorkan ke travel. Saya bayarnya itu sudah Rp 31 juta," ujar calon jemaah umrah asal Langkat tersebut.

Ia mengaku, tertarik menggunakan jasa Travel Haji dan Umrah PT Al Maqbul, karena rekomendasi kakaknya, yang menggunakan travel tersebut saat jalan-jalan ke luar negeri.

Para jemaah calon umrah dari travel haji dan umrah PT Al Maqbul yang melapor ke Polda Sumut atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh Azmi pemilik travel tersebut.
Para jemaah calon umrah dari travel haji dan umrah PT Al Maqbul yang melapor ke Polda Sumut atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh Azmi pemilik travel tersebut. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ)

"Ya, hari ini kami mau pulang ke rumah. Saya enggak malu sama tetangga, karena memang bukan saya yang menipu. Mau bagaimana lagi? Ya, harus pulang. Sudah 10 hari kami di sini, tapi tidak juga ada tanda-tanda mau berangkat. Sebagian kawan ada ke Polda mau buat laporan, kami pun mau ke sana juga ini," katanya.

Jemaah lainnya mengaku, sejak 18 Desember menginap di hotel. Mereka menginap di hotel, karena dijanjikan segera berangkat ke Tanah Suci. Ia menambahkan, sebenarnya sudah lebih lima kali mereka gagal berangkat umrah.

"Pada 18 Desember itu, kami mau diberangkatkan pukul 14.00 WIB. Sudah dari pukul 10.00 WIB, kami berada di bandara. Tapi sampai pukul 13.30 WIB enggak ada tanda-tanda. Yang dibilang lah visa belum siap, dan belum ada tiket. Janjinya kami mau umrah 13 hari. Ada 53 orang kami yang gagal berangkat ini," katanya, Jumat (28/12).

Berulang kali gagal berangkat ke Tanah Suci, membuat para calon jemaah umrah kecewa terhadap pemilik Travel PT Al Maqbul, Azmi Syahputra.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved