Akademisi Robert Siregar Anggap Surat Edaran Wali Kota Siantar Nyeleneh:Tidak Sinkron Antar Poin

Kegiatan di rumah ibadah itu juga terpusat dan terkordinirkan, jadi tidak singkron dia antar poin dalam himbauan itu

Akademisi Robert Siregar Anggap Surat Edaran Wali Kota Siantar Nyeleneh:Tidak Sinkron Antar Poin
Kompas.com/ Lucki
Pertunjukan kembang api menyambut tahun baru Imlek di Ancol Taman Impian, Jakarta, Sabtu (9/2/2013). Selain pertunjukan kembang api, perayaan Imlek 2564 dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan liong. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar Robert Samosir mengatakan akan memantau aktivitas malam pergantian tahun. Pemantauan ini sesuai dengan surat edaran Wali Kota Siantar tentang larangan mengadakan pesta tahun baru 2019.

"Kita lakukan pemantauan di pusat kota seperti Lapangan Adam Malik," katanya, Sabtu (29/12/2018).

Robert Samosir mengatakan meliputi tentang adanya aktivitas seperti menyalakan kembang api atau pun petasan yang dapat meganggu ketertiban dan kenyamanan warga.

"Kalau kumpul-kumpul saja tidak apa-apa. Tidak dilarang. Tetapi kalau ada petasan kita tindak,"katanya.

Saat disinggung akan ada perayaan atau pesat malam tahun baru di beberapa lokasi, Robert mengatakan tidak dilarang. Tetapi, ia mengimbaau tidak menggunakan kembang api atau pun terlalu berlebihan.

Surat edaran ini menuai kritik dari masyarakat. Seperti akademisi Robert Siregar, dia menyinggung larangan adanya kegiatan kata terpusat dan terkordinir dalam surat edaran Walikota Siantar.

"Kegiatan di rumah ibadah itu juga terpusat dan terkordinirkan, jadi tidak singkron dia antar poin dalam himbauan itu,"sebut Robert yang juga mantan Direktur Pascasarjana Universitas Simalungun.

Pemko Siantar Imbau Warga Gelar Acara Pergantian Tahun dengan Berdoa dan Beribadah, Larang Pawai

Ketua IPK Sebut Larangan Pesta Tahun Baru di Pematangsiantar Berlebihan: Jangan Bawa Perasaan Lah

Robert juga menuturkan sebaiknya sebelum Walikota mengeluarkan surat himbauan atau surat yang lainnya, Walikota melakukan kordinasi dengan bawahannya sehingga tidak menuai kritikan dari warga.

"Seharusnya Walikota sebelum mengeluarkan surat itu, berkordinasi dengan bawahannya, sehingga redaksi dari surat itu lebih baik, bukan menyeleneh begini," ungkapnya.

Bayi Ini Dipuja Masyarakat Sebagai Dewa, Ini Kelebihannya Dibandingkan Anak Lain

Menteri Enggartiasto Lukita Sidak ke Pasar Ramai, Temukan Pedagang Jual Beras  Rp 11 Ribu Per Kilo 

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved