Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut Terima Rp 526 Juta dari Penukaran Uang Lama

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) sudah menerima penukaran uang lama hingga Rp 526 juta

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut Terima Rp 526 Juta dari Penukaran Uang Lama
TRIBUN MEDAN/Ayu Prasandi
Masyarakat saat melakukan penukaran uang lama di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hingga Minggu, (30/12/2018) pukul 10.00 WIB, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) sudah menerima penukaran uang lama hingga Rp 526 juta dari masyarakat.

Pjs Kepala Perwakilan Kantor BI Sumut, Hilman Tisnawan saat ditemui di Kantor BI Perwakilan Sumut, mengatakan, dari jumlah tersebut, uang lama pecahan Rp 50 ribu tahun emisi 1999 yang paling mendominasi.

“BI Sumut sudah memberikan waktu selama empat hari yaitu sejak tanggal 27 hingga 30 Desember untuk masyarakat yang ingin melakukan penukaran,” ujarnya, Minggu (30/12/2018).

Ia menjelaskan, untuk  uang yang ditukarkan oleh masyarakat tersebut mencakup pecahan Rp 100ribu dan Rp 50ribu tahun emisi 1999 serta Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu Tahun emisi 1998.

“Kebanyakan ditukarkan oleh masyarakat adalah tahun emisi pecahan Rp 50 ribu tahun 1999 yang sampai kemarin saja jumlahnya sudah Rp 294,75 juta. Jadi lebih dari 50 persen dari jumlah yang sudah diterima BI,” jelasnya.

Ia menerangkan, kemarin masih banyak masyarakat yang menukar uang-uang yang sebenarnya sudah dicabut dan hal tersebut menunjukkan bahwa memang masyarakat masih banyak menyimpan uang-uang lama.

“Mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu dan hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) BI untuk menyosialisasikan tentang peraturan uang lama tersebut,”terangnya.

Ia menuturkan, jadi yang diberikan waktu hingga hari ini, Minggu (30/12/2018) untuk ditukarkan hanya empat pecahan tersebut yaitu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu tahun emisi 1999 serta Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu Tahun emisi 1998.  

“Uang yang lama, yang sudah dicabut tidak bisa lagi ditukar karena memang sudah habis masanya. Dan memang masih cukup banyak masyarakat yang datang untuk menukarkan uang tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, namun karena sudah kadaluarsa atau sudah dicabut maka tidak bisa dilakukan penukaran. Untuk penukaran di BI tidak bisa lagi dilakukan karena memang masanya yang sudah habis.

“Masyarakat sebaiknya memang yang masih memiliki uang yang masa edarnya sudah dicabut bisa menjadi kolektor item. Biasanya jika seperti itu disimpan dan nanti kemungkinan harganya sudah lebih tinggi karena sudah sangat jarang ditemukan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, uang lama yang diterima BI tersebut nantinya akan diperlakukan sama seperti uang yang jelek, uang yang dicabut, uang yang rusak, uang yang lusuh yang kemudian akan dimusnahkan.

“Pemusnahan yang dilakukan BI dengan berbagai cara yang biasanya menggunakan mesin dan tanpa campur tangan manusia,” katanya.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved