Hobi Membuat Aksesori, Paling Laris Untuk Hantaran Lamaran dan Tempat Perhiasan

Hobi yang dibayar, mungkin itu kata yang tepat untuk Lenny Rusland. Pasalnya ia saat ini bisa menghasilkan pundi-pundi uang

Hobi Membuat Aksesori, Paling Laris Untuk Hantaran Lamaran dan Tempat Perhiasan
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Lenny menunjukkan beberapa produk tempat perhiasan yang dijualnya 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Hobi yang dibayar, mungkin itu kata yang tepat untuk Lenny Rusland. Pasalnya ia saat ini bisa menghasilkan pundi-pundi uang dari hobinya membuat berbagai aksesori dan tempat untuk perhiasan.

Wanita yang akrab disapa Lenny tersebut memang sudah mulai membuat berbagai aksesori dengan memanfaatkan beberapa bahan-bahan seperti kain perca dan bahan lainnya sejak duduk dibangku perkuliahan.

“Dulu awalnya memang saya sangat senang sekali membuat berbagai aksesori dan ternyata dulu banyak yang suka dan senang dengan aksesori buatan saya tersebut,” ujar Owner One Seven Craft tersebut saat ditemui Tribun di UKM Center yang ada di Manhattan Times Square.

Melihat banyaknya peminat, akhirnya wanita berhijab ini pun menjadikannya sebagai peluang usaha dengan membuka usaha yang menjual berbagai produk aksesori hal karyanya.

“Usaha ini sudah dijalaninya selama 5 tahun dan alhamdulilah banyak yang tertarik. Kemudian sayapun semakin berinovasi dengan membuat beberapa produk lagi selain aksesori seperti tempat untuk perhiasan dan juga tempat untuk hantaran pernikahan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, setelah berinovasi dengan menghadirkan produk lain tersebut, ternyata peminatnya semakin banyak dan hal tersebut tentu saja membuatnya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan usahanya tersebut.

“Kalau untuk hantaran dan tempat perhiasan memang cukup laris, apalagi saat moment-moment tertentu seperti setelah Lebaran dan akhir tahun, akan cukup banyak pesanan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, produk yang dijual di One Seven Draft mulai dari harga Rp 5.000 sampai Rp 500ribu. Biasanya harganya tergantung dari jenis aksesori, besar kecil tempat perhiasannya dan juga seberapa banyak tempat hantaran yang dibutuhkan.

“One Seven Craft outletnya berada di Jalan Kapten Muslim dan di sana bisa didapatkan berbagai jenis dan model dari aksesori serta tempat perhiasan tersebut,” ungkapnya.

Ia menerangkan, walau terbilang usaha yang simpel, namun peluang bisnis dari menjual produk-produk tersebut cukup besar. Apalagi banyak masyarakat yang ternyata menyukai produk-produk handmade.

“Modalnya juga terbilang tidak banyak, namun hasil yang didapatkan apalagi jika terus berinovasi serta memasarkan dengan memanfaatkan berbagai platform seperti media sosial maka akan bisa menjadi pendukung pertumbuhan dari usaha tersebut ,” terangnya.

Ia mengatakan, seperti usaha-usaha pada umumnya, kendala tentunya dihadapinya. Salah satunya yaitu sulitnya mendapatkan beberapa bahan terutama bahan untuk pembuatan tempat perhiasan.

"Kalau kendala untuk saya ada di bahan baku. Soalnya bahan baku di Sumut, khususnya Medan sangat susah didapat. Saya terpaksa pesan dari Pulau Jawa untuk bahan-bahan tersebut,” katanya.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved