Honorer tanpa Gaji Berharap Jadi PPPK, Sekda: Aku Pun Tak Tahu Kapan Dibuka!

Sri yang sudah menjadi honorer selama tujuh tahun ini telah mengajukan diri sebagai tenaga sukarela.

Honorer tanpa Gaji Berharap Jadi PPPK, Sekda: Aku Pun Tak Tahu Kapan Dibuka!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Ratusan honorer melakukan demo di depan Kantor DPRD Simalungun, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pascaterbit surat pemberhentian terhadap ratusan tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Simalungun banyak tenaga honorer yang bersikeras tetap bekerja.

Seorang perawat di Puskesmas Sindar Raya Sri Sitanggang (36) merupakan satu dari banyak honorer yang menjadi tenaga kerja sukarela (TKS) atau tanpa digaji.

Sri yang sudah menjadi honorer selama tujuh tahun ini telah mengajukan diri sebagai tenaga sukarela.

Sri Sitanggang mengungkapkan alasan tetap bekerja tanpa dibayar karena berharap dapat diangkat menjadi pegawai melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sri mengharapkan Pemkab memberikan hatinya untuk diangkat menjadi PPPK.

"Harapan dari PPPK. Saya sudah mengabdi tujuh tahun sebagai perawat," ujarnya, Jumat (4/1/2018).

Namun, Sri tidak mendapatkan kabar pasti dari pemerintah daerah tentang jadwal dibukanya PPPK. Ibu dari tiga anak ini hanya membaca dan melihat dari media.

"Ada PPPK tapi belum tahu kapan dibuka. Selesai pemilu tapi masih panjang lagi,"ungkapnya.

Sri mengaku dengan bekerja sebagai sukarela tanpa digaji dan suami yang hanya bekerja sebagai petani tentu menurunkan penghasilan per bulan. Menurutnya, menjadi sukarela sebagai pengorbanan terhadap Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved