Divonis Satu Tahun Penjara, Mantan Kadis Koperindag Tapanuli Selatan Mengaku Pusing

"Pusing aku, Gak Ngudeng aku, hilang konsentrasiku sama putusan hakim ini," ucapnya saat meninggalkan ruang Cakra 3 PN Medan.

Divonis Satu Tahun Penjara, Mantan Kadis Koperindag Tapanuli Selatan Mengaku Pusing
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Korupsi pembangunan revitalisasi pasar tradisional, Kadis Koperindag Tapsel dan Rekanan Koperasi diputus pidana penjara selama satu tahun di Pengadilan Negeri Medan, Senin (7/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tapanuli Selatan (Tapsel) Awaluddin (55) mengaku pusing divonis satu tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin oleh Sariyana.

Awaluddin enggan berkomentar tentang pidana yang disematkan kepadanya.

"Pusing aku, Gak Ngudeng aku, hilang konsentrasiku sama putusan hakim ini," ucapnya saat meninggalkan ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Senin (7/1/2019) sore.

Ia juga enggan memberikan keterangan lebih lanjut, saat didekati wartawan. Katanya, ia butuh waktu berpikir.

"Nanti-nantilah itu ya, pikir-pikir aja dulu," pungkasnya.

Diketahui saat sidang berlangsung, Majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terdakwa Awaluddin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider yang didakwakan JPU Dicky Wirawan dari Kejari Tapanuli Selatan.

Kata Hakim, Perbuatan terdakwa Awaludin,SH bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

"Mengadili terdakwa Awaluddin dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara, Denda Rp 50 Juta subsider 1 bulan kurungan. Selain itu kepada terdakwa diwajibkan membayar Uang Pengganti kerugian negara sebesar Rp 278 juta rupiah dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah incrach diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan," ucap Sariyana.

Dalam perkara yang sama, Majelis hakim juga memvonis Nurhayati Hasibuan (57) selaku Ketua Koperasi Wanita Saroha penerima Bantuan Sosial Revitalisasi Pasar Tradisional Tahun Anggaran 2014 Tahap IV, yang difasilitasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan yang dipimpin Awaluddin kala itu. Nurhayati menerima pencairan dana sebesar Rp 900 juta.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved