'Kayak Binatang Kalian Buat Anak Aku ya, Apa Salah Anakku', Gazali Akhirnya Meninggal Dunia

polisi tetap ngotot mau bawa Saleh. Hingga sempat terjadi dorongan terhadap uwak. Dorong jatuh, dorong jatuh, bolak-balik dorong dan terakhirnya jatuh

'Kayak Binatang Kalian Buat Anak Aku ya, Apa Salah Anakku', Gazali Akhirnya Meninggal Dunia
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Gazali diduga meninggal akibat serangan jantung karena anaknya diciduk polisi. Gazali sempat mencoba untuk menahan agar anaknya tidak dibawa oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terjadi penggerebekan kasus narkoba di rumah seorang warga bernama Ammar, tepatnya di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB sore.

Dalam penggerebekan narkoba itu, salah seorang warga nyawanya melayang saat hendak ingin mempertahankan anaknya yang akan diamankan pihak kepolisian.

Menurut keterangan keponakan korban, Novita Sari (29), awalnya ada penggerebekan di rumah Ammar, yang kebetulan menyewa di rumah mertuanya.

Ada sekitar empat orang yang datang memakai dua sepeda motor, memasukkan sepeda motor dalam rumah yang di grebek.

Novita kemudian memberitahukan agar adik sepupunya, atasnama Saleh untuk memanggil Kepling.

Tak lama setelahnya, Saleh pulang untuk minum, dan tiba-tiba beberapa petugas mengejar dan mengira dia ada melempar batu di TKP saat penggerebekan. Padahal menurut Novita, Saleh tidak ada melempar batu sama sekali.

"Nggak tahu siapa yang melempar dan terjadi dorong-dorongan di belakang Masjid Jamik. Polisi ini menolak uwak Gazali (68) yang posisinya sehat," kata Novita di TKP rumah duka, Senin (7/1/2019).

"Uwak saya bilang anaknya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dan di jawab polisi, bahwa dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling. Tapi polisi tetap ngotot mau bawa Saleh. Hingga sempat terjadi dorongan terhadap uwak. Dorong jatuh, dorong jatuh, bolak-balik dorong dan terakhirnya jatuh dan tepar," sambungnya.

Lebih lanjut, Novita sempat memberitahukan bahwa beberapa kali wak Gazali sempat mencoba untuk menahan agar anaknya tidak dibawa oleh pihak kepolisian.

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved