Marak Modus Penipuan Transfer Uang, Polres Dairi Imbau Masyarakat Waspada dan Buat Laporan

Keresahan itu terjadi setelah oknum yang menelepon tersebut meminta sejumlah uang kepada masyarakat agar ditransfer ke salah satu rekening bank.

Marak Modus Penipuan Transfer Uang, Polres Dairi Imbau Masyarakat Waspada dan Buat Laporan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Kasatreskrim Polres Dairi, AKP Jenggel Nainggolan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Kabupaten Dairi resah dengan panggilan telepon gelap yang mengatasnamakan Kasatreskrim Polres Dairi, AKP Jenggel Nainggolan.

Keresahan itu terjadi setelah oknum yang menelepon tersebut meminta sejumlah uang kepada masyarakat agar ditransfer ke salah satu rekening bank.

Hal itu terungkap setelah dalam tiga hari terakhir sejumlah orang masyarakat mendatangi Mapolres Dairi untuk menanyakan kebenaran permintaan sejumlah uang tersebut.

"Dalam tiga hari terakhir ada warga datang ke Polres Dairi menanyakan soal kebenaran permintaan uang tersebut yanf mengatasnamakan Kasatreskrim Polres Dairi," kata Jenggel, Senin (7/1/2018).

Menanggapi hal itu, Jenggel pun mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak langsung percaya. Sehingga bila kembali mendapatkan telepon dengan modus penipuan tersebut, supaya segera membuat laporan ke Polres Dairi.

"Saya sampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Dairi untuk waspada dengan mpdus penipuan melalui handphone yang mengatasnamakan Kasatreskrim Polres Dairi yang memintas uang untuk ditransfer ke salah satu bank," ucapnya.

Ia pun mengaku, berdasarkan laporan dari masyarakat, telah melacak nomor telepon yang digunakan pelaku untuk membujuk rayu calon korbannya. Setelah ditelusuri, pelaku diketahui berdomisili di Medan, Sumut.

"Setelah ada laporan dari masyarakat, kami minta nomor telepon pelaku untuk dilacak via satelit dan diketahui penelepon gelap berada di wilayah Medan," sebutnya.

Ia pun mengaku akan mendalami kasus ini agar masyarakat tidak menjadi korban dalam aksi kejahatan penipuan tersebut.

"Kami berupaya mengejar pelaku," pungkasnya.

Sementara, berdasarkan informasi warga yang mengadukan kasus ini yaitu pemilik Jaz Kopi, seorang pemilik warnet Gom-Gom Situmorang dan seorang warga bermarga Siahaan.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved