Tersebar Hingga Mancanegara, Keistimewaan Seni Bela Diri Pencak Silat Merpati Putih

Merpati Putih adalah salah satu warisan budaya yang tetap dipertahankan hingga saat ini.

Tersebar Hingga Mancanegara, Keistimewaan Seni Bela Diri Pencak Silat Merpati Putih
Instagram
Kejuaraan antar kelompok latihan Merpati Putih. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Merpati Putih adalah salah satu warisan budaya yang tetap dipertahankan hingga saat ini. Merpati Putih ini merupakan satu dari banyaknya jenis silat yang ada di Indonesia. Tetapi Merpati Putih inilah jenis silat yang sudah tersebar hingga mancanegara, ada yang di Kanada, Amerika, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Ketua Kelompok Latihan (Kolat) Merpati Putih Universitas Sumatera Utara, Nurul Fajar Syahbani menyatakan Merpati putih ini asalnya dari Yogyakarta.

"Yang berlatih di Merpati Putih Universitas Sumatera Utara ini tidak hanya mahasiswa USU saja, tapi umum juga bisa. Hingga saat ini jumlah yang bergabung dari kalangan mahasiswa sekitar 20 sampai 30 orang sedangkan yang umum jumlahnya lebih banyak," ujar Nurul, Senin (7/1/2019).

Merpati Putih termasuk olahraga beladiri tangan kosong. Jadi hanya mengandalkan organ tubuh seperti tangan dan kaki terlebih lagi tenaga dalam. Untuk latihan bermacam ragam, yang pertama latihan fisik dengan lari, push up, dan lain sebagainya. Setelah itu latihan olah pernapasan dan raut bambu.

"Kekuatan yang terkenal dari Merpati Putih adalah tenaga dalamnya. Tenaga dalam ini dilatih dari olah pernapasan. Sedangkan raut bambu itu kamu memegang bambu di kedua tangan lalu bergerak dengan gerakan mirip seperti meraut pensil," katanya

Tujuan dari raut bambu ini adalah untuk melatih kekuatan tangan. Maka dari itu kata Nurul meski tidak memiliki bentuk otot yang besar, kekuatan anggota Merpati Putih tidak bisa dianggap sepele.

Nurul sendiri yang merasakan banyak manfaat dari olahraga ini yang merasa dengan berlatih Di Merpati Putih staminanya jauh lebih sehat dan ia bisa membela diri sendiri.

Kombinasi dari latihan olah pernafasan dan raut bambu menghasilkan anak-anak Merpati Putih yang memiliki tenaga dalam yang kuat maka untuk setiap kejuaraan biasanya ada 3 yang diperlombakan yakni stamina tenaga yaitu untuk menggunakan tenaga dalam memecah memecah seperti balok atau beton atau besi.

"Lalu ada seni, ini biasanya dilihat dari gerakannya, dan tarung. Tarung ya bertanding dengan lawan," ungkap Nurul.

Untuk bisa bergabung dengan komunitas yang berdiri sejak 15 Februari 1989 ini bisa datang saja pada saat latihan dan mengisi formulir lalu langsung bisa latihan bersama Merpati Putih USU.

"Bergabung di komunitas merpati putih bukan hanya mahasiswa Universitas Sumatera Utara saja, tetapi juga terbuka untuk umum. Kita tidak membatasi usia bahkan sekarang banyak anak-anak yang ikut latihan bersama kami," kata Nurul.

Jika anda ingin tahu lebih banyak mengenai Kolat Merpati Putih USU, bisa melihat instagram mereka di @mp_kolat_usu.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved