BBMKG Prediksi Peralihan Musim Bisa Menyebabkan Angin Kencang dan Titik Hotspot

Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, memprediksi akibat peralihan musim

BBMKG Prediksi Peralihan Musim Bisa Menyebabkan Angin Kencang dan Titik Hotspot
TRIBUN MEDAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, memprediksi akibat peralihan musim menyebabkan adanya angin kencang dan titik-titik hotspot.

Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi BBMKG, Syahnan mengatakan biasanya peralihan seperti ini ada puting beliung, dan itu memang terjadi saat musim peralihan dan antisipasi terhadap kebakaran hutan karena titik hotspot mulai terjadi.

Secara umum, adanya siklon tropis mengubah pola cuaca pada wilayah di sekitarnya. 

Secara geografis, Indonesia bukanlah merupakan negara yang dilintasi badai tropis ataupun siklon tropis, namun apabila terdapat badai di sekitar wilayah Indonesia, maka Indonesia juga terkena dampak tidak langsung.

"Dampak yang ditimbulkan dapat berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi pada beberapa wilayah yang dekat dengan lokasi badai," kata Syahnan, Selasa (8/1/2019)

Ia menambahkan, bahwa perlu digarisbawahi bahwa tidak selamanya badai membentuk cuaca buruk di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, adanya badai tropis atau siklon tropis justru menyebabkan berkurangnya potensi hujan. Hal inilah yang saat ini dialami oleh wilayah Sumatera Utara.

"Secara umum di Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim hujan. Biasanya terjadi Januari sampai Maret musim panas, nanti hujan lagi pertengahan April, Mei dan Juni dan itu mempengaruhi musim kita disini," ujarnya.

"Imbauannya saat musim panas tentunya titik hotspot yang bisa memicu kebakaran. Dari pantauan kita juga saat ini di Riau, hotspot 2 sampai 3 sudah muncul," paparnya.

Lebih lanjut, sifat cuaca yang dinamis memungkinkan adanya potensi terjadinya gangguan-gangguan cuaca yang berdampak di wilayah Sumatera Utara.

Hal itu dapat menyebabkan kondisi cuaca cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap peralihan musim yang terjadi di Sumatera Utara," pungkas Syahnan.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved