Kompol Arifin Pastikan tak Ada Unsur Penganiayaan saat GKN di Medan Timur, Ini Hasil Autopsinya

"Dari hasil outopsi, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas tanda penganiayaan di tubuh korban"

Kompol Arifin Pastikan tak Ada Unsur Penganiayaan saat GKN di Medan Timur, Ini Hasil Autopsinya
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Gazali diduga meninggal akibat serangan jantung karena anaknya diciduk polisi. Gazali sempat mencoba untuk menahan agar anaknya tidak dibawa oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascatewasnya Gazali (68) warga Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (7/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB, saat penggerebekan narkoba.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin mengatakan bahwa saat penggerebekan berlangsung dipastikan tidak ada unsur penganiayaan seperti yang di tuduhkan keluarga kepada personel.

"Dari hasil autopsi, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas tanda penganiayaan di tubuh korban" kata Arifin, Selasa (8/1/2019)

Meski masih dalam pemeriksaan tim medis, namun dipastikan korban tewas bukan akibat penganiayaan seperti yang dituduhkan warga kepada petugas.

"Ada 10 item lagi yang akan dilakukan tim medis terhadap korban. Hasilnya masih kita tunggu," ujar Arifin.

Masih kata Arifin, bahwa korban mendadak tewas saat petugas Satrekrim Polsek Medan Timur melakukan penangkapan terhadap dua tersangka diduga sebagai pengedar narkoba di jalan Ampera III, Medan, Senin(7/1/2019) malam.

Korban berusaha menghalangi petugas yang ingin memboyong putranya atasnama Saleh, yang merupakan satu dari dua tersangka yang ditangkap terkait keterlibatnya dalam peredaran narkoba di pemukiman padat penduduk tersebut.

Dari hasil penangkapan dan penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti 5 paket sabu-sabu yang ditemukan di kamar tidur putra korban.

"Dari kamar tersangka Saleh, putra korban di sita 4 paket sabu, sementara dari tersangka lainnya inisial AW satu bungkus plastik sabu," jelas Arifin.

Saat pengerebekan dan penangkapan dilakukan, personel Polsek Medan Timur sempat mendapat perlawanan dari warga sekitar.

"Anggota kita sempat dilempari oleh warga dan keluarga tersangka saat akan membawa keduanya ke kantor polisi," ungkap Arifin.

Sebelumnya, sambung Arifin, saat petugas mendatangi rumah yang di huni S untuk mencari barang bukti, sejumlah pemuda langsung berlarian keluar dari dalam rumah.

"Saat petugas mendatangi rumah tersebut, sejumlah pemuda berlarian keluar rumah," jelas Arifin.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved