Badan Urusan Logistik Sumut Miliki Stok Daging Kerbau Beku Sebanyak 56 Ton

Bulog telah mengalokasikan daging beku tersebut ke Pematangsiantar, Sibolga, Dairi, dan beberapa daerah lainnya yang merupakan daerah rentan

Badan Urusan Logistik Sumut Miliki Stok Daging Kerbau Beku Sebanyak 56 Ton
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Kepala Perum Bulog Sumut,Benhur Ngkaimi, ditemui di Kantor Bulog Divre I menjelaskan tentang stok daging beku. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara (Sumut)  memiliki sekitar 56 ton daging Kerbau beku. Stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut hinggga beberapa bulan mendatang.

Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi, kepada Tribun, mengatakan, dengan adanya stok tersebut maka kebutuhan daging di Sumut khususnya di Kota Medan cukup aman.

“Harga untuk daging Kerbau beku tersebut juga dijual dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan yaitu Rp 80ribu per kilogram (kg), lebih murah dibandingkan daging yang dijual dipasaran,” ujarnya, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, Bulog juga sudah mengalokasikan daging Kerbau beku tersebut ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami kenaikan harga terutama saat menjelang hari-hari besar seperti pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru kemarin.

“Bulog telah mengalokasikan daging beku tersebut ke Pematangsiantar, Sibolga, Dairi, dan beberapa daerah lainnya yang merupakan daerah rentan mengalami lonjakan harga daging,” jelasnya.

Viral Hari Ini - Video Rapat DPRD Ricuh Saat Ketua DPRD Ngamuk dan Cabut Keris dari Pinggangnya

HOT NEWS Video Detik-detik Siswi SMK Dibunuh, Terekam CCTV Pelaku Tunggu Korban Lewat

Kabar Terkini Teror Bom Rumah Ketua KPK - Ini Isi Tas Mencurigakan yang Ditaruh di Depan Rumah

Ia menerangkan, awalnya Bulog melakukan penyetokan untuk mengantisipasi lonjakan saat Natal dan Tahun Baru, ternyata di tahun ini penyerapan untuk daging terbilang rendah yaitu sekitar 20 persen.

“Dengan penyerapan yang rendah tersebut membuat stok daging beku di gudang Bulog masih cukup banyak sehingga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan,” terangnya.

Dinas Pendidikan Simalungun Hanya Terima Guru Honorer yang Tidak Menuntut jadi PNS dan Dibayar Murah

Mantan Ketua DPRD Surabaya Sempat Lindas Sepeda Motor Petugas Kejaksaan sebelum Ditangkap

Ia menuturkan, Bulog Sumut juga terus melakukan sosialisasi tentang daging beku tersebut dan banyak juga  masyarakat ternyata menyukainya.

 “Selama ini masyarakat hanya belum terbiasa mengkomsumsi daging beku. Namun saat ini sepertinya masyarakat sudah mulai banyak yang mengkonsumsi daging beku  tersebut,” tuturnya.

Teror Bom di Rumah Ketua KPK, Polisi Temukan Tas Berisi Paralon

Respons Fadli Zon atas BBP sang Pembuat Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos dan Isi Akun BBP

Update Tewasnya Siswi SMK - Sang Ayah Penuhi Permintaan Terakhir Putrinya

Ia mengungkapkan, daging di samping dalam rangka instrument untuk menstabilisasi harga, juga bagian dari bisnis Bulog. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat yang suka maka akan semakin bagus.

“Apalagi memang kualitas daging yang dijual Bulog adalah kualitas yang terbaik sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” ungkapnya.

(pra/tribun-medan. com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved