Kurir Sabusabu 1 Kg, Martunis Sedih Divonis 14 Tahun Penjara

Martunis menyesali hukuman 14 tahun penjara ini akan menjauhkan dirinya kepada anak semata wayangnya di Lhokseumawe.

Kurir Sabusabu 1 Kg, Martunis Sedih Divonis 14 Tahun Penjara
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Martunis saat disidang di ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Rabu (9/1/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Martunis, warga Aceh yang menjadi terdakwa terkait sabusabu seberat 1 Kilogram mengaku ikhlas dihukum 14 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim yang dipimpin Ahmad Sayuti. Ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa.

"Udah lah bang, cukup ini. Saya sudah gak punya apa-apa lagi. Saya hanya ingin bertaubat banyak-banyak berdoa kepada Allah," ucapnya sembari menunjuk jarinya ke atas.

Kepada Tribun Medan, Martunis menyesali hukuman 14 tahun penjara ini akan menjauhkan dirinya kepada anak semata wayangnya di Lhokseumawe.

"Sempat ketemu waktu saya ditahan di Polrestabes Medan, tapi itu kemarin dan sekarang udah gak ketemu lagi sama anak saya yang 3 tahun itu. Masih kecil-kecil yang," ujarnya mengenang.

Saat sidang digelar di ruang Cakra II PN Medan, Majelis hakim kemudian meminta Martunis untuk duduk di kursi pesakitan. Hakim Ketua Sayuti yang membacakan amar putusan mengatakan perbuatan Martunis terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Mengadili terdakwa Martunis dengan pidana penjara selama 14 tahun, Denda Rp 1 Miliar Subsider 6 bulan kurungan, menetapkan masa tahanan seluruhnya dikurangkan dengan masa hukuman yang sudah dilalui terdakwa," tegas Sayuti dalam persidangan yang berlangsung Rabu (9/1/2019) sore.

Meski putusannya tak bergeser dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun yang menuntutnya dengan pidana yang sama dengan amar putusan majelis hakim, Martunis mengaku ikhlas menerima.

"Terima Pak Hakim," pungkas Martunis yang kemudian persidangan ditutup oleh Hakim.

"Kepada saya dia mengaku selama ini merantau dan berjualan di warung kopi dekat RS Elisabeth, Jalan Imam Bonjol, Medan. Tapi saya tidak pribadi dia," ucap JPU Nur Ainun.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved