Nyaris Tewas Dianiaya, Suhendra Melaporkan Diduga Oknum Polisi ke Polrestabes Medan

Ahmad Suhendra mengatakan, kejadian tersebut terjadi di kawasan parkiran LG

Nyaris Tewas Dianiaya, Suhendra Melaporkan Diduga Oknum Polisi ke Polrestabes Medan
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Korban menunjukkan bukti laporan polisi usai membuat LP di Mapolrestabes Medan, Rabu (9/1/2019). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ahmad Suhendra (29) warga Jalan Nibung Baru, kini langkahnya untuk mencari nafkah sementara harus terhenti.

Hal tersebut dikarenakan pria berkulit sawo matang harus menjalani proses penyembuhan kakinya yang remuk akibat dianiaya.

Saat Tribun Medan menyambangi Suhendra di Kantor Kontras, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Selasa (8/1/2018).

Ia yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu untuk berjalan, menjelaskan kepada Tribun Medan terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Ahmad Suhendra mengatakan, kejadian tersebut terjadi di kawasan parkiran LG, pada, Minggu (16/12/2018) malam, lalu.

"Awalnya saya minta parkir, namun ia berkata bahwa dirinya anggota polisi. Ya saya pun bilang bahwa 'ya pak, walaupun polisi ya bayarlah pak, karena kami yang jagain mobil bapak. Kalau ada lecet kan kami juga yang dicari' begitulah kami bilang kepada oknum polisi tersebut," katanya.

Namun terjadi cekcok, oknum yang mengaku polisi dengan adek-adekan yang juga menjaga parkir.

"Jadi saya redam lah, tak lama oknum polisi tersebut pergi. Tidak berapa lama kemudian datang sekitar lima orang dan memukuli saya membabi-buta, lalu menciduk serta saya dibawa ke dalam mobil," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan dari Suhendra bahwa di dalam mobil dirinya mendapat perhatian bertubi-tubi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved