Datangi Kantor Bupati dan DPRD Deliserdang, Sudah 16 Tahun Kakek Ini Mencari Keadilan!

Ia datang karena ingin menuntut dan mendapatkan keadilan atas apa yang ia alami.

Datangi Kantor Bupati dan DPRD Deliserdang, Sudah 16 Tahun Kakek Ini Mencari Keadilan!
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Sariaman Purba (73), selama 16 tahun mencari keadilan meminta ganti rugi. Ia dipecat sebagai Kepala Desa karena disebut orangtuanya terlibat (OT) PKI. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Usia memang bisa dibilang sudah lanjut usia namun semangat yang dimiliki oleh Sariaman Purba (73) tidak bisa disepelekan.

Warga Desa Bah Balua Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deliserdang ini sudah lebih 16 tahun lamanya bolak-balik ke kantor Bupati ataupun kantor DPRD Deliserdang. 

Ia datang karena ingin menuntut dan mendapatkan keadilan atas apa yang ia alami.

Karena orang-orang di lingkungan kantor Bupati dan Kantor DPRD sudah banyak yang mengenal sosoknya ia pun sering disebut-sebut sebagai kakek pencari keadilan.

Dalam pengakuannya kakek yang punya 5 orang anak dan 15 orang cucu ini pernah menjadi Kepala Desa Bah Balua pada tahun 1995 namun baru tiga bulan menjabat ia pun dipecat oleh Bupati Deliserdang saat itu.

Ketika diwawancarai Tribun, Sariaman menceritakan selalu datang ke Lubukpakam dengan mengendarai angkutan umum (angkot) dari Bangun Purba.

Sebelum naik angkot dari rumah ia mengendarai sepeda motor dan memarkirkannya di persimpangan. Untuk biaya sekali perjalanan ongkosnya Rp 10 ribu sehingga kalau ditotal untuk pulang pergi uang yang ia keluarkan Rp 20 ribu.

"Selagi saya masih hidup saya akan terus tuntut ganti rugi. Sekarang saya masih sehat belum ada penyakit. Enggak ada yang boleh melarang-melarang saya ke sini. Anak saya saja tidak ada yang berani melarang saya, mungkin karena sering ke sininya makanya saya bisa sehat. Kalau ke sini sudah tidak terhitung lagi jumlahnya, seminggu bisa sekali bisa dua kali,"ujar Sariaman Kamis, (10/1/2019).

Walaupun mengaku sehat namun fisik Sariaman tidak bisa menutupi. Terlihat kalau pada saat ini ia sudah melangkahkan kaki dengan pelan-pelan dan berjalan dengan sedikit bongkok. Ketika datang ke Lubukpakam Sariman selalu saja berpakaian rapi dengan celana panjang dan baju lengan panjang. Meski berpakaian rapi namun pengakuannya ia tidak pernah berhasil menembus barisan Satpol PP ketika ingin menemui Bupati.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved