Disdukcapil Sumut Targetkan Sebulan Perekaman KTP Elektronik Seluruh Lapas dan Rutan

Disdukcapil Provinsi Sumatera Utara, mengadakan kerjasama atau MoU dengan Lembaga Pemasyarakatan

Disdukcapil Sumut Targetkan Sebulan Perekaman KTP Elektronik Seluruh Lapas dan Rutan
Tribun Medan/Satia
Suasana dalam aula lantai dua, Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja XII, Kota Medan, tampak Kadisdukcapil Sumut Ismael Sinaga duduk dengan ditemani oleh Komisioner KPU Sumut Herdensi, Kamis (10/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Utara, mengadakan kerjasama atau MoU dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), bertujuan untuk melakukan pendataan yang kemudian akan dilakukanya perekaman data indentitas diri.

Kegiatan ini diadakan di Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja XII, Kota Medan, Kamis (10/1/2018). Rapat ini bertujuan untuk dapat mensukseskan pemilihan umum (pemilu) serentak mendatang dengan melengkapi dokumen data berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Kepala Disdukcapil Provinsi Sumatera Utara, Ismael Sinaga mengatakan, bahwa kesepakatan ini dilakukan kepada seluruh Kalapas dan Karutan seluruh Sumut. 

Dengan bertujuan untuk dilakukanya penjemputan data kepada warga binaan untuk dilakukanya perekaman KTP elektronik.

"Kesepakatan antara Dukcapil dan rutan dan lapas se-sumut yang berjumlah 39, dan sudah ditandatangani oleh perwakilan. Isinya itu, kesepakatan untuk menuntaskan perekaman KTP elektronik dan surat keterangan dari dukcapil seluruh lapas dan rutan di Sumut," kata Ismael Sinaga, saat ditemui di depan suka tempat rapat tersebut.

Pria dengan kemeja cokelat ini juga menyampaikan, bahwa seluruh lapas dan Rutan dapat menyiapkan data warga binaan yaitu meliputi identitasnya hingga keluarganya.

"Dengan kewajiban berbagai-bagai pihak, jadi rutan dan lapas itu meyiapkan data keseluruhan dari seorang warga binaan yang kemudian untuk di rekam,"ucapnya.

Menurutnya, selama ini kendala sering terjadi, lantaran banyaknya warga binaan di lapas dan rutan sering memalsuhkan data dirinya hingga keluarganya. 

Itu sang membuat Ismael berharap ke depanya tidak adalagi permasalahan ini terjadi apalagi mendekati pemilihan seperti saat ini.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved