Ini Alasan Kapolrestabes Medan Luncurkan Program 1092 Hingga Harus Kerahkan 273 Perwira

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan program 1092

Ini Alasan Kapolrestabes Medan Luncurkan Program 1092 Hingga Harus Kerahkan 273 Perwira
TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menjelaskan program 1092 pada kegiatan Ngobras di Media Center Polrestabes Medan, Kamis (10/9/2019). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Untuk terus menciptakan Kota Medan Kondusif, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan program 1092 untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat.

Tidak hanya program 1092, sebelumnya orang nomor satu di Mapolrestabes Medan itu juga membuat Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) dengan sasaran kejahatan jalanan seperti begal, perampokan, penjambretan dan curanmor.

Sepanjang tahun 2018 lalu, Tim Pegasus ampuh menekan angka kejahatan konvensional hingga 15 persen.

"Sama seperti Tim Pegasus, Program 1092 ini juga kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, bedanya Tim Pegasus kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan fungsi penegakan hukum, kalau 1092 fungsi pencegahan di masyarakat," ujarnya saat berada di acara Ngobrol Santai (Ngobras) dengan wartawan di ruang Media Center Polrestabes Medan, Kamis (10/1/2019).

Kegiatan ngobrol santai (Ngobras) tersebut yakni program wartawan Polrestabes Medan di tahun 2019 dengan mengundang sejumlah tokoh, instansi terkait untuk membahas isu-isu menarik.

Dalam kegiatan Ngobras tersebut, Kapolrestabes menjelaskan dalam Program 1092 ini, sebanyak 273 Perwira Polrestabes Medan dan Polsek sejajaran dikerahkan terjun langsung ke masyarakat, melaksanakan fungsi pre-emtif dan deteksi dini di masyarakat.

"Nama programnya 1092 itu hasil perhitungan jumlah kegiatannya, satu personel melaksanakan empat kali kegiatan dalam sehari," Kata Dadang Hartanto yang didampingi Kasat Intel AKBP Masana Sembiring, Kasat Binmas AKBP Rudi HR.

Lebih lanjut dikatakan Dadang, fungsi pre-emtif yang dimaksud yakni membangun kesadaran masyarakat untuk patuh kepada hukum dan memiliki ketahanan (imune) terhadap pengaruh negatif seperti hoax, kampanye hitam.

"Jangan sampai terbawa arus, isu SARA dan ujaran kebencian," katanya.

Masih dikatakan Dadang, dengan hadirnya, polisi ke tengah masyarakat, dapat menyaring informasi masyarakat secara tepat dan cepat.

"Jadi fungsi deteksi dini dapat cepat direalisasikan. Itu konsep global 1092 jumlah personel dikali target kegiatan dan akhirnya menyatu dengan masyarakat, agar lingkungan berjalan damai, dari ujaran kebencian, hoax dan narkoba,"ujarnya.

Kapolrestabes Medan ini juga berharap dukungan masyarakat terhadap program 1092 yang diluncurkan, pada Senin (7/1/2019) kemarin.

"Dan tentu pelaksanaan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Bila masyarakat tidak mendukung ini juga tidak berjalan," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved