Isu Hoaks Tsunami di Tapteng Timbulkan Panik Luar Biasa, Ini Pengakuan Warga

Ia menambahkan, sesampainya dirumah orang-orang sudah panik untuk mengungsi.

Isu Hoaks Tsunami di Tapteng Timbulkan Panik Luar Biasa, Ini Pengakuan Warga
Elshinta.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Info bakal terjadinya Tsunami beredar cepat dari mulut ke mulut di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai tengah malam Rabu (9/1/2019) hingga dini hari Kamis (10/1/2019).

Tak ayal kabar burung yang beredar itu, menimbulkan kepanikan di kalangan warga.

Para warga takut kejadian serupa seperti di Selat Sunda yang menimpa wilayah Banten dan Lampung terjadi di Tapteng.

Terlebih saat kejadian di Selat Sunda, BMKG tidak ada memberikan informasi peringatan dini bahaya Tsunami. Ditambah alat deteksi tsunami saat kejadian di Selat Sunda tidak berbunyi.

Menurut salah seorang warga di Kecamatan Sorkam, Budi Sikumbang, yang sehari-harinya menjaga Pantai Barat yang dikelola para aktifis lingkungan Sibolga-Tapanuli Tengah, mengatakan bahwa isu Tsunami itu hoax.

Karena semalam sebelum isu itu merebak, dirinya sedang rapat mingguan untuk membagi waktu siapa yang jaga pantai selama seminggu ke depan.

"Pas sudah kita bagi jatah empat orang jaga ronda untuk menyisir menjaga penyu di pantai, kemudian sekitar pukul 21.30 WIB kita balik ke rumah," kata Budi via telepon seluler, Kamis (10/1/2019)

Ia menambahkan, sesampainya dirumah orang-orang sudah panik untuk mengungsi.

"Kalian mau kemana? Mereka bilang katanya Tsunami mau datang, air sudah surut. Nggak tahu siapa yang bilang pokoknya kami mau mengungsi," ujar Budi saat bertanya kepada warga.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved