Lantik Anggota PPS dan PPK, Timo Dahlia Daulay: Jangan Tunggu Diperintah Baru Kerja

70 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua KPU Deliserdang

Lantik Anggota PPS dan PPK, Timo Dahlia Daulay: Jangan Tunggu Diperintah Baru Kerja
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Ketua KPU Deliserdang, lantik PPS dan PPK di gedung aula kantor KPU Deliserdang Kamis, (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Sebanyak 2 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 70 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay Kamis, (10/1/2019). 

Dua orang PPK dilantik karena sebelumnya keduanya tidak hadir dalam acara pelantikan bersamaan dengan 42 orang PPK baru yang dilaksanakan pada 2 Januari lalu pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan kalau jumlah PPK untuk tiap Kecamatan harus ditambah dari 3 menjadi 5 orang. 

Sementara 70 orang PPS dilantik karena adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) akibat petugas sebelumnya menyatakan pengunduran diri.

Saat memberikan bimbingan dan arahan Timo menghimbau agar semuanya dapat mempelajari tentang PKPU. 

Disebut jika kunci dari kesuksesan dari penyelenggara Pemilu adalah membaca dan selalu berkordinasi baik dengan Pemerintah Desa ataupun Kecamatan yang dalam hal ini termasuk Muspika. 

Selain itu juga harus selalu berkordinasi dengan satu tingkat diatasnya dimana untuk PPS berkordinasi dengan PPK dan PPK berkordinasi dengan yang di Kabupaten.

"Jangan baru bekerja karena diawasi, bekerjalah sesuai tupoksi masing-masing. Jangan tunggu diperintah baru bekerja. Itu bukan mental untuk menjadi pimpinan namanya, itu mental kuli. PPS yang sekarang dilantik masih muda-muda saya lihat, ini bekal anda. Ya mungkin dari PPS kedepan bisa jadi PPK dan yang dari PPK bisa jadi seperti kami Komisioner di Kabupaten. Saya juga pernah jadi PPK tahun 2003," ujar Timo memberi motivasi.

Khusus kepada wanita ia menyebut salut bersedia untuk ikut menjadi penyelenggara. Namun ia memberi masukan jangan karena seorang perempuan selalu mengharapkan belas kasihan dari yang laki-laki. Menurutnya semuanya harus dapat mampu bekerja dengan baik.

" Jagalah nama baik anda dan lembaga. Nanti anda akan menghadapi beragam jenis karakter manusia. Enggak semuanya nanti anda akan menghadapi orang yang ramah-ramah. Bisa juga anda akan menghadapi orang yang suka melaporkan dan membuat laporan. Intinya bangun komunikasi dengan eksternal juga. Kita tidak bisa berhasil kalau tidak didukung orang yang ada di sekitar karena kita ini penyelenggara,"kata Timo.

Tidak lupa ia juga mengingatkan agar mereka yang dilantik dapat bekerja dengan netral. Ia melarang agar PPK ataupun PPS membantu seorang Calon Legislatif dalam hal kepentingan khususnya meskipun yang bersangkutan masih bagian dari keluarga ataupun teman. 

Sebagai penyelenggara sudah sepatutnya tidak berpihak kemana-mana sehingga bisa memfokuskan bagaimana pelaksanaan Pemilu nanti bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. 

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved