Motor Sempat Dijual, Pelaku Curanmor di Kedai Kopi Berhasil Diringkus Polisi

Satu dari dua pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), berhasil diringkus

Motor Sempat Dijual, Pelaku Curanmor di Kedai Kopi Berhasil Diringkus Polisi
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Pelaku Curanmor Elsit Ginting (42), saat diamankan bersama barang bukti sebuah sepeda motor hasil kejahatannya, di depan ruang unit Reskrim Polsekta Berastagi, Jalan Perwira, Berastagi, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Satu dari dua pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), berhasil diringkus oleh personel unit Reskrim Polsekta Berastagi. 

Pelaku bernama Elsit Ginting itu, ditangkap karena terbukti membawa kabur sebuah sepeda motor di sebuah kedai kopi Sukadana, di Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Rabu (19/9/2018) lalu.

Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Iptu J Munthe, mengungkapkan pelaku berhasil diringkus di kawasan simpang Pasar Roga, Berastagi, Jumat (4/1/2019) kemarin. Munthe menjelaskan, penangkapan Elsit berdasarkan dari laporan polisi No. LP / 04 / I / 2019 / SU / SEKTA B. TAGI, tgl 04 Januari 2018. Dari laporan tersebut, sepeda motor yang dibawa kabur pelaku adalah Mio Soul 2014 warna hijau dengan nomor polisi BK 3720 SAB.

"Berdasarkan laporan tersebut, dan kita lakukan pengembangan, pelaku berhasil kita amankan kemarin sekira pukul 02.30 WIB," ujar Munthe, Kamis (10/1/2019).

Munthe mengungkapkan, setelah dilakukan pengembangan, ternyata pada saat melancarkan aksinya kali itu, pelaku berusia 42 tahun itu diketahui bersama dengan satu orang temannya. Diketahui, rekan Elsit yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu, berinisial AIP (29).

Munthe kembali menjelaskan, keduanya ternyata sudah sempat menjual sepeda motor hasil kejahatannya itu. Diketahui, sepeda motor tersebut dijual kepada Manto Sembiring seharga Rp. 2.050.000.

"Setelah mendapatkan keterangan dari pelaku, kemudian kita cari barang buktinya ke alamat si pembeli di kawasan Desa Mangan Moli, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi. Sesampainya anggota ke sana, ternyata benar sepeda motor tersebut ada di sana, langsung kita bawa," katanya.

Namun, saat pembeli akan dibawa ke kantor polisi bersama barang bukti tersebut, warga sekitar menghalangi petugas untuk membawa yang bersangkutan. Untuk itu, dirinya menyebutkan telah berkoordinasi dengan Kepala Desa tempat Manto tinggal, untuk menyerahkan Manto kepada pihak Polsekta Berastagi.

"Kemarin situasinya tidak memungkinkan untuk pembeli tersebut kita bawa, makanya kita langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Elsit dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara semala tujuh hingga sembilan tahun. Munthe kembali menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini. Mulai dari penangkapan salah satu pelaku yang masih DPO, hingga pembeli motor tersebut. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved