Pemkab Berhentikan Guru Honorer yang Tolak Gaji Rp 1 Juta, Ketua FGHS: Kami Tetap Aksi

Persyaratan utama yang paling penting yakni menerima gaji yakni Rp 1 juta per bulan dan tidak menuntut untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pemkab Berhentikan Guru Honorer yang Tolak Gaji Rp 1 Juta, Ketua FGHS: Kami Tetap Aksi
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Guru honorer melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Simalungun, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Resman Saragih hanya menerima atau memperpanjang surat keputusan (SK) guru honorer yang mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan.

Persyaratan utama yang paling penting yakni menerima gaji yakni Rp 1 juta per bulan dan tidak menuntut untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Keputusan tersebut ditetapkan sejak 1 Januari 2019. Pemkab Simalungun akan memberhentikan guru honorer yang tidak mengikuti persyaratan dan tidak disiplin. Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun ada 1800 guru honorer dan pegawai tidak tetap (PTT). Pemkab Simalungun tidak melakukan pemecatan honorer di Dinas Pendidikan, berbeda dengan dinas lain.

Ketua Forum Guru Honorer Simalungun Ganda Armando Silalahi mengatakan belum menerima keputusan Pemkab Simalungun tentang kebijakan tentang keputusan gaji guru honorer.

Ganda mengatakan guru honorer akan kembali melakukan aksi seperti sebelumnya. Yakni, menolak penurunan upah dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta perbulan.

"Belum juga (tidak menerima upah Rp 1 juta). Kalau aksi, pasti akan kami lakukan aksi. Berarti seenaknya saja nanti mereka menurunkan gaji kami,"ujarnya via WhatsApp, Kamis (10/1/2019).

Ganda mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tentang keputusan tersebut. Ia mengatakan tidak terima Pemkab Simalungun melalaui Dinas Pendidikan menyuruh seluruh guru honorer membuat pernyataan lengkap dengan materai.

"Mengenai gaji untuk guru, kalalu memang sudah diketok apa boleh buat lah, tapi kami sangat tidak setuju dengan disuruhnya membuat pernyataan yang tak msuk di akal,"katanya.

Ganda juga mengatakan prihatin dengan pemecatan terhadap ribuan honorer di Pemkab Simalungun. Katanya, sudah mengajak seluruh honorer untuk bersatu melakukan aksi terhadap pemecataan tersebut.

"Kami sangat kecewa dan prihatin mengenai pemecatan terhadap teman-teman kami honorer di SKPD lain yg berjumlah lebih kurang dua ribu orang dan kami mengajak teman-teman yang di pecat utk menyatukan persepsi dan kekuatan utk melawan ketidakadilan,"tambahnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Resman Saragih tengah memproses perpanjangan SK guru honorer.

Diketahui, Pemkab Simalungun melakukan pemecatan terhadap ribuan honorer. Pemecatan ini karena minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun Tahun 2019. Selain memecat dan menurunkan gaji honorer, Pemkab Simalungun juga sudah melelang kendaraan dinas untuk membantu pos pendapatan.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved