Rencana Pembangunan Jalan Alternatif Deliserdang-Karo, Berikut Penjelasan Bappeda Sumut

Sudah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut.

Rencana Pembangunan Jalan Alternatif Deliserdang-Karo, Berikut Penjelasan Bappeda Sumut
Tribun Medan/Indra Gunawan
Foto Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Demi mengurai kemacetan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah fokus dan mendorong terhdap pelebaran jalan untuk di kembang lebih lagi, terutama pada titik-titik rawan macet.

Pemerintah belum memberi atensi atas pembangunan jalan alternatif pada tahun anggaran 2019.

"Kami sudah rapat waktu ada seminar mengenai pembangunan jalan-jalan alternatif ini di Batam. Kami ada mengusulkan itu ke kementrian. Cuma dari pusat menyarankan lebih efisien memanfaatkan yang sudah ada dan diperlebar, dibanding kita buat baru ataupun jalan tol. Itukan masih wacana-wacana," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Irman Oemar, Kamis (10/1/2018).

Dengan demikian, secara spesifik untuk jalan alternatif Deliserdang-Karo yang sudah mulai dilakukan tahun ini, kata dia, sudah dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut. "Di RPJMD memang sudah kita tarik untuk jalan Deliserdang-Karo itu," katanya.

Terutama mengenai status jalan itu yang akan ditingkatkan ke jalan provinsi, dia mengungkapkan hal tersebut juga baru sebatas wacana dan pihaknya ikut mendorong peningkatan status jalan dimaksud ke pemerintah pusat.

"Kan ada prosedur dan ketentuannya untuk merubah (status jalan) itu. Tidak bisa kita sembarangan. Untuk jalan itu memang masih punya kabupaten," katanya.

Menurut Irman, pengembangan jalan alternatif Deliserdang-Karo sudah berjalan dan dimulai dari Bangun Purba hingga tembus ke Tele, Kabanjahe. Namun kondisi jalannya belum begitu baik meski sudah dapat dilalui kendaraan.

Kini pihaknya juga belum dapat memastikan bahwa untuk saat ini ruas tersebut akan mendapat prioritas terutama dalam hal pembebasan lahan, mengingat jalan tersebut berada pada kawasan hutan lindung.

"Nanti akan dikaji lagi secara komprehensif termasuk wacana peningkatan status jalannya. Perlu penelitian dan pendalaman lagilah. Kalau kita melihat potensi kedepan bahwa lebih mengembangkan jalan alternatif yang sudah ada. Kami siap mendorong ke pusat untuk melakukan perbaikan-perbaikan jalan provinsi yang bersinggungan dengan jalan nasional. Terlebih pada titik-titik yang rawan kemacetan lalu lintas, itu dulu fokus kami 2019 ini," paparnya.

Diberitakan, selain mengupayakan pembangunan jalan layang atau jalan tol Medan-Berastagi, pembangunan jalur alternatif Karo-Langkat juga telah dilakukan. Terbaru, pembangunan jalur alternatif Deliserdang-Karo juga tengah dilakukan. Sayangnya, rencana pembangunan ini masih terganjal pembebasan lahan di wilayah hutan lindung.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved