Ardiansyah Adik Wali Kota Siantar tak Disiplin, Kepala BKD: Tanya OPD Saja

Zainal tidak memberikan jawaban tegas tentang tidak disiplinnya Ardiansyah yang juga adik kandung Wali Kota Siantar.

Ardiansyah Adik Wali Kota Siantar tak Disiplin, Kepala BKD: Tanya OPD Saja
Tribun Medan / Dedy
Kepala BKD Kota Siantar Zainal Siahaan diwawancarai sejumlah wartawan di sekirar Aula USI (Tribun Medan / Dedy) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematangsiantar Zainal Siahaan belum juga menerima surat ketidakhadiran dan salinan vonis kasus narkotika PNS Ardiansyah alias Kiki.

Zainal tidak memberikan jawaban tegas tentang tidak disiplinnya Ardiansyah yang juga adik kandung Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor.

Saat ditemui usai mengikuti pelantikan Eselon III dan IV di Balai Kota Siantar Jumat (11/1/2019), Zainal hanya mengatakan diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Diketahui, Ardiansyah bekerja di Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan.

"Ditanya ke OPD nya saja. Surat sampai sekarang tidak ada. Saya belum dapat surat. Kalau kata OPD nya sudah, makanya tunjukkan ke saya,"ujarnya.

Diketahui, Ardiansyah sudah tidak masuk kerja lebih dari 46 hari tanpa surat keterangan.

Padahal dalam Peratuan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 PNS yang lebih dari 46 hari tak kerja dapat diberhentikan dengan tidak hormat.

Selain tidak masuk, Ardiansyah adik kandung Wali Kota Siantar Hefriansyah terlibat kasus narkoba jenis sabu. Ia sudah divonis penjara 1 tahun di Pengadilan Negeri Simalungun.

"Kita kan belum terima suratnya. Kita tanya dulu OPDnya,"tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar telah memecat 12 PNS tertanggal 14 Desember 2018. Dari 12 PNS itu, enam merupakan dipecat dengan hormat, dan enam tidak dengan hormat.

"Kalau dengan hormat persoalan disiplin dan masih mendapatkan gaji pensiun. Tetapi, yang tidak hormat itu persoalan hukum dan tidak mendapatkan gaji pensiun lagi,"ujar Zainal Siahaan.

Adapun enam PNS yang dipecat dengan tidak hormat karena terlibat kasus korupsi yakni Bona tua lubis (inspektorat), Fatimah Siregar (Kadis Pariwisata), Edita Napitupul (Bapeda), Feri Eva Susanti (pengelola keuangan daerah), Juni Ampera Girsang (pengelola keuangan), dan Junat Marpaung (Dinas Koperasi).

Sedangkan yang secara hormat karena disiplin yakni, Suyanto (Dishub), Alfrida Kamelia Silitonga (Dinkes), Agustia Sihombing (PNS Kecamatan Marimbun), Jaihot Purba (PTSP), Junjungan lumbantoruan (Dinas Pendidikan), Irna liver Siahaan. (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman).

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved