Bangladesh Tanggung Biaya Kepulangan 30 Warganya dari Medan

Viktor meluruskan proses deportasi ke 30 WN Bangladesh ini telah berkoordinasi sejak awal oleh Pemerintah Bangladesh.

Bangladesh Tanggung Biaya Kepulangan 30 Warganya dari Medan
TRIBUN MEDAN/HO
Warga Negara (WN) Bangladesh yang tinggal tanpa izin di Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepulangan Warga Negara (WN) Bangladesh yang tinggal tanpa izin di Indonesia ditanggung oleh Pemerintah Bangladesh.

Hal itu diungkapkan Kepala Rudenim Belawan Viktor Manurung yang ditemui di Kanwil Kemenkumham Sumut, Jalan Putri Hijau No. 4, Medan Barat, Kota Medan.

Viktor meluruskan proses deportasi ke 30 WN Bangladesh ini telah berkoordinasi sejak awal oleh Pemerintah Bangladesh. Imbuhnya, biaya keberangkatan seluruhnya sudah ditanggung Pemerintah Bangladesh.

"Sudah sejak awal, saat mereka dititipkan Polda Sumut kesini kita langsung koordinasikan Pemerintah Bangladesh melalui Kedubes. Makanya pemulangan ini ditanggung seluruhnya oleh Pemerintah Banglades, jadi bukan uang negara kita lagi," ucap Viktor yang ditemui Jumat (11/1/2019) sore.

Ia menjelaskan ke 30 WN Bangladesh ini merupakan titipan dari Polda Sumut terkait kasus human trafficking. 30 orang tersebut berencana memasuki Negara Malaysia dengan cara menyelinap melalui perairan laut Indonesia atau tepatnya perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara..

Mereka masuk bebas Visa ke Indonesia memanfaatkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 21 tahun 2016 yang menyebutkan warga negara Bangladesh bebas kunjungi Indonesia tanpa visa dalam waktu tertentu. Maka dari itu, Indonesia adalah negara pijakan untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Malaysia, namun saat itu Polda Sumut mengamankan mereka di Kabupaten Batubara pada Desember 2018 lalu.

"Informasi awal kita terima dari Polda Sumut, mereka ini masuk ke Indonesia atas arahan agen. Agen tersebut berupaya memasukkan mereka ke Malaysia melalui jalur laut Indonesia. Soal siapa Agen tersebut, itu wilayah Polda. kita gak tahu," ungkap Viktor.

Viktor menjelaskan proses deportasi 30 WNA tersebut dilakukan bertahap. 15 orang pertama akan diberangkatkan hari ini (11/1/2019) melalui bandara Kualanamu Medan, dengan Maskapai BatikAir. Kemudian sisanya (15 orang) akan diberangkatkan besok (12/1/2019).

Masih kata Viktor, saat ini Rudenim Belawan masih menampung sejumlah WNA Ilegal yang bermasalah. Ia menguraikan bahwa WNA tersebut diantaranya berasal dari WN Myanmar 32 orang, India (1), Iran (1), Amerika Serikat (1), Thailand (2), dan Srilanka (1) orang.

"Kalau warga negara asing yang di Rudenim ini, biaya makannya ditanggung oleh Pemerintah Indonesia. Karena mereka bukan pengungsi. Kalau yang pengungsi baru ditanggung oleh organisasi PBB bidang pengungsian," katanya.

Rudenim Belawan telah memulangkan 125 WNA dari berbagai negara sepanjang tahun 2018. Kepada sejumlah WNA yang sudah dideportasi dari Indonesia, Viktor melanjutkan keterangannya bahwa semuanya akan dicekal sehingga tidak boleh lagi masuk ke Indonesia dalam waktu 6 bulan setelah deportasi. Sepanjang tahun 2018,

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved