MENGEJUTKAN, Anaknya Tewas Ditabrak Mercy, Suharto Malah Minta Terdakwa Iwan Dibebaskan!

"Kami memohon agar majelis hakim membebaskan Pak Iwan. Keluarga sudah ikhlas," kata Suharto.

MENGEJUTKAN, Anaknya Tewas Ditabrak Mercy, Suharto Malah Minta Terdakwa Iwan Dibebaskan!
Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
Terdakwa Iwan Adranacus keluar dari ruang sidang setelah mendengar dakwaan jaksa penuntut umum Kejari Solo di Pengadilan Negeri Solo, Selasa (6/11/2018). 

Berdasarkan pantauan Kompas.com, rekonstruki kasus digelar dari awal hingga akhir terjadinya kecelakaan, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Tersangka IA dan saksi-saksi turut dihadirkan dalam proses rekonstruksi. Sementara korban diperagakan oleh peran pengganti.

Ada empat titik lokasi dan 42 reka adegan diperagakan tersangka selama proses rekonstruksi.

Berikut kronologi kejadian kasus kecelakaan yang merenggut nyawa korban, Eko Prasetio dalam rekonstruksi.

1. Korban dan tersangka cekcok di lampu lalu lintas Jalan RM Said

Mobil tersangka berhenti karena lampu lalu lintas Simpang Pemuda Teater depan Sasana Krida Warga Mangkubumen, tepatnya Jalan RM Said menyala.

Di depan mobil tersangka, ada mobil toyota Avanza yang juga berhenti karena lampu merah menyala.

Korban datang dari arah Pasar Nongko hendak mendahului dari kiri mobil tersangka. Kerena jalan sempit, akhirnya korban mundur berhenti di samping kanan mobil tersangka.

Korban mengetuk-ngetuk kaca jendela pintu depan mobil. Kemudian tersangka membuka jendela dan terjadi adu mulut. Dua teman tersangka turun dari mobil.

Salah satu teman tersangka memukul penutup helm korban. Korban belok ke kiri Jalan MT Haryono sambil mengacungkan jari tengahnya dan dikejar salah satu teman tersangka dengan cara berlari.

Tersangka dan temannya mengejar korban di jalan MT Haryono sampai di depan Che'es Resto.

Sepeda motor korban masuk ke jalur lambat dan berpisah.

Tersangka dan teman-tamannya menuju kediamannya di Jalan Menteri Supeno.

2. Korban membuntuti tersangka

Saat di Jalan Menteri Supeno tepat di utara Stadion Manahan, salah seorang teman tersangka melihat korban membelok ke kiri ke gerbang pintu masuk utara stadion.

Mobil tersangka terus melaju ke arah barat Jalan Menteri Supeno. Korban mengikuti mobil tersangka dari belakang.

Mobil tersangka menepi di Jalan Menteri Supeno tepat di utara Aspol Polresta.

3. Korban menendang mobil tersangka

Ketika hendak menepi di Jalan Menteri Supeno dekat rumah tersangka, tiba-tiba korban datang dan menendang bemper belakang sisi kanan mobil tersangka.

Setelah menendang mobil tersangka bagian belakang, korban pergi.

Tiga teman tersangka turun dari mobil.

Tersangka kemudian menyuruh mereka mencari korban.

Tersangka memutar mobilnya ke arah Jalan Ahmad Yani untuk mencari korban.

Mobil tersangka kemudian melaju ke arah selatan di Jalan KS Tubun Manahan.

4. Korban dan tersangka bertemu di Jalan KS Tubun Manahan

Tersangka secara tidak sengaja bertemu korban di Jalan KS Tubun ketika korban keluar dari kompleks Aspol Polresta Manahan.

Korban yang belok ke arah selatan di Jalan KS Tubun sempat menengok ke belakang melihat mobil tersangka.

Korban dan tersangka berhenti di simpang empat Jalan KS Tubun dan terjadi adu mulut.

Di lokasi itu, korban kembali menendang bemper mobil tersangka bagian kiri hingga membuat emosi tersangka memuncak.

Korban pergi berbalik arah dari selatan ke utara di Jalan KS Tubun. Korban dikejar tersangka dari belakang.

Sampai di depan pintu masuk sisi utara Polresta, korban ditabrak tersangka dari belakang.

Korban terpelanting sekitar 14 meter dan tewas di tempat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Pengendara Motor yang Ditabrak Mercy Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved