Pengendara Heran Tarif Parkir Naik, DPRD Sebut Kebijakan Pemko Padangsidimpuan Membebani Masyarakat

Pada karcis itu juga tertulis Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 dan Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 2018.

Pengendara Heran Tarif Parkir Naik, DPRD Sebut Kebijakan Pemko Padangsidimpuan Membebani Masyarakat
TRIBUN MEDAN/NANDA F BATUBARA
Karcir parkir di Padangsidimpuan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, PADANGSIDIMPUAN - Tarif parkir di Padangsidimpuan masih menjadi persoalan.

Seorang pengendara mobil, Arif Nasution, mengaku memeroleh karcis yang bertuliskan nominal Rp 3000 saat parkir di daerah Sitombol, Padangsidimpuan.

Pada karcis kertas berwarna putih itu, terlihat stempel Pemko Padangsidimpuan. Pada karcis itu juga tertulis Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 dan Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 2018.

Arif merasa aneh sebab tarif parkir untuk kendaraan roda empat biasanya hanya Rp 2000.

"Ini saya temui di beberapa titik. Kalau karcis parkir yang ini saya peroleh saat parkir di Sitombol," kata Arif, Jumat (11/1/2019).

Anggota Komisi II DPRD Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar mengatakan, tidak ada pembahasan maupun paripurna kenaikan tarif parkir di Padangsidimpuan.

Menurutnya, tarif itu masih diatur berdasar Peraturan Daerah Padangsidimpuan Nomor 4 Tahun 2010.

Untuk kendaraan roda empat, tarif parkir yang ditetapkan senilai Rp 2000. Sedangkan untuk roda dua dikenakan tarif Rp 1000.

Sedangkan perihal Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 2018, Hasan menilai belum ada sosialisasi untuk kenaikan tarif.

Halaman
12
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved