Rumah Oleh-Oleh Digidi Menyediakan Kue-Kue Artis hingga Beragam Produk UMKM

Tempat ini menyediakan beragam oleh-oleh khas Kota Medan, mulai dari kue-kue artis hingga beragam produk UMKM.

Rumah Oleh-Oleh Digidi Menyediakan Kue-Kue Artis hingga Beragam Produk UMKM
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Rumah Oleh-Oleh Digidi, Wahyu Aditia (kiri) bersama istrinya, Rina Sari (Kanan) dan tim saat Grand Opening Rumah Oleh-Oleh Digidi di Jalan Megawati/Halat No 2, Medan, Jumat (11/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Oleh-oleh kekinian di Kota Medan saat ini semakin banyak. Seperti sebelumnya oleh-oleh cake dari artis Irwansyah (Napoleon), Oki Setiana Dewi (Medan Par Par), dan youtuber ternama Indonesia, Atta Halilintar (Mulaka).

Bagi Anda yang sedang mencari oleh-oleh khas Kota Medan, Rumah Oleh-Oleh Digidi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Tempat ini menyediakan beragam oleh-oleh khas Kota Medan, mulai dari kue-kue artis hingga beragam produk UMKM.

"Rumah Oleh-Oleh Digidi ini merupakan usaha kuliner oleh-oleh khas Kota Medan. Di sini, kita menyediakan tempat untuk jualan oleh-oleh segala kue-kue artis, yaitu Napoleon, Medan Par-Par dan Mulaka. Selain itu juga, ada Kue Meranti, Amanda Brownies, Maidanii Pancake Durian dan beragam produk UMKM," ujar Owner Rumah Oleh-Oleh Digidi, Wahyu Aditia, saat Grand Opening Rumah Oleh-Oleh Digidi di Jalan Megawati/Halat No 2, Medan, Jumat (11/1/2019).

Didampingi istrinya, Rina Sari, kata
Wahyu, acara grand opening Rumah Oleh-Oleh Digidi ini dihadiri para kerabat, teman-teman, konsumen serta rekan-rekan media.

"Sebelumnya kita sudah punya Warkop Digidi yang berada tepat di depan Rumah Oleh-Oleh Digidi ini. Di sana kita sudah lebih dulu menjadi resseller Napoleon. Banyaknya permintaan pelanggan akan kue-kue lainnya sehingga kita buka Rumah Oleh-Oleh Digidi," ujar Wahyu.

Ia mengatakan Rumah Oleh-Oleh Digidi ini memiliki konsep menggabungkan kue-kue artis di tengah persaingan yang ketat.

"Rumah Oleh-Oleh Digidi ini menyatukan berbagai oleh-oleh Khas Kota Medan, sehingga lebih efisien. Kita tetap menjaga kualitas dan pelayanan terhadap konsumen," ucapnya.

Ia mengatakan, Rumah Oleh-Oleh Digidi ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB.
"Kita menyediakan kue dan oleh-oleh di daerah halat ini, jadi customer enggak perlu jauh-jauh lagi untuk pergi ke daerah Wahid Hasyim," jelasnya.

Mengenai harga produk, kata Wahyu, setiap produk kue juga sama dengan harga yang pada dasarnya. "Harga kue disini juga sama dengan harga kue di outlet-outletnya. Kita ikuti harga dari Mulaka, Medan Par Par dan Napoleon. Misalnya Kue Napoleon itu paling murah Rp 67 ribu dan paling mahal Rp 70 ribu, tetap harganya," ucapnya.

Di sisi lain, Wahyu mengatakan pihaknya, juga tak menutup kemungkinan bagi para perajin oleh-oleh yang ingin menitipkan hasil kerajinannya. "Kita ada rencana, kedepannya, kerajinan oleh-oleh untuk Khas Medan seperti gantungan kunci, baju-baju khas Medan itu akan ada juga disini," ujarnya.

(cr13/Tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved